KPUD Seram Bagian Barat Diserbu Massa
Selasa, 26 Apr 2005 12:48 WIB
Ambon - Puluhan warga Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku mengamuk di KPUD SBB. Mereka kecewa bakal calon (balon) bupati yang mereka dukung tidak lolos dalam pencalonan.Peristiwa terjadi pada pukul 12.00 WIT, Selasa (26/4/2005). Puluhan pendukung pasangan balon bupati, yakni Bakri Uneth dan Kaceriry mendatangi kantor KPUD SBB. Saat itu, KPUD tengah melakukan konferensi pers mengenai perkembangan verifikasi bakal calon bupati.Para pendukung Bakrie Uneth langsung masuk ke ruang konferensi pers dan terlibat perdebatan dengan anggota KPUD. Mereka meminta agar KPUD SBB memfasilitasi pertemuan dengan KPUD Maluku. Sayangnya keinginan tim sukses ini tidak digubris dan tidak dilayani oleh KPUD SBB dengan baik. Bahkan timbulah perdebatan seru antara KPUD dan tim sukses Bakri Uneth.Adu mulut pun terjadi. Para pendukung balon bupati Bakri mencak-mencak dan mengeluarkan kata-kata kasar. Situasi tambah memanas setelah beberapa orang berteriak-teriak, gebrak-gebrak meja dan kericuhan di ruangan tak dapat dihindarkan.Sekitar 30 orang mengamuk di ruangan tersebut. Mereka berteriak-teriak sambil mukul-mukul meja. Akhirnya, lima orang anggota KPUD yang berada di ruangan diamankan di ruangan sekretaris KPUD SBB guna menghindari amukan massa.Balon bupati Kaceriry saat dihubungi detikcom, Selasa (26/4/2005) mengatakan ada sebuah rekayasa politik antara KPUD SBB dengan tim sukses lainnya dengan tujuan untuk menggugurkan dirinya dalam proses pencalonan pilkada.Kejadian serupa juga terjadi di KPUD Provinsi Maluku. Puluhan orang pendukung bakal calon bupati Seram Bagian Timur Anshor Wattimena melakukan protes keras terhadap KPUD Seram Bagian Timur yang telah menggugurkan dirinya. Saat ini massa tim sukses Wattimena memprotes di KPUD Maluku. Mereka berteriak-teriak dan mencaci maki.Aksi mereda setelah perwakilan diterima oleh ketua KPUD Maluku. Saat ini massa tampak tenang dan menunggu pertemuan yang tengah berlangsung. Belasan petugas dari kepolisian juga tampak mengamankan lokasi.
(jon/)











































