Ketua GNPF: Aksi 5 Mei Damai, Tak Ada Keinginan untuk Anarkis

Ketua GNPF: Aksi 5 Mei Damai, Tak Ada Keinginan untuk Anarkis

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 02 Mei 2017 18:24 WIB
Ketua GNPF: Aksi 5 Mei Damai, Tak Ada Keinginan untuk Anarkis
Foto: Ibnu/detikcom
Jakarta - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan aksi di gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, 5 Mei besok merupaka aksi damai. Menurut Bachtiar, jika ada aksi anarkis maka itu bukan dari massa GNPF.

"Seandainya ada tambahan yang ingin melakukan anarkis seandainya tiba jalan dari Mahkamah Agung ke Istana berarti itu bukan dari GNPF," kata Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Bachtiar mengatakan aksi tersebut hanya untuk mendukung independensi MA dalam kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama. Tidak ada agenda lain dalam aksi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada keinginan untuk anarkis setelah itu. Tidak ingin menggulingkan kekuasaan siapapun. Tapi kami yakin Allah yang Maha Adil akan menurunkan keadilan," ujarnya.

Aksi tersebut nantinya dimulai dari Masjid Istiqlal lalu long march ke gedung MA. Aksi akan berakhir setelah ada perwakilan dari GNPF yang diterima MA.

"Kalaupun tidak diterima kita sudah mengajukan diri. Seperti kita tidak diterima di Istana kemarin. Kami tidak akan anarkis kami akan turuti hukum tidak boleh lebih dari pukul 18.00 WIB," tambahnya.

Menurut Bachtiar, aksi 5 Mei telah mendapat dukungan dari berbagai tokoh ulama seperti Ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Ustaz Arifin Ilham dan Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin.

"Pak Din sudah bilang dari jauh-jauh hari. Pak Din Syamsudin barusan kirim pesan siap mendukung bahkan Allahu Akbar dia siap mendukung kita bersama. Dan sekarang dia di Malang," ujarnya.

Melihat dukungan para tokoh dan ulama tersebut, Bachtiar yakin aksi damai 5 Mei akan lebih kompak dan kuat. Mengenai berapa massa yang akan hadir, Bachtiar tidak mau memprediksi.

"Kalau sudah urusan agama mereka nggak perlu diundang lagi. Mereka akan grasak-grusuk. Ini sudah menjadi keresahan bersama," tutupnya. (ibh/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads