"Sebelumnya untuk tersangka AA (Andi Agustinus) kita juga memeriksa salah seorang pengacara, Elza Syarief dan kita mendapatkan sejumlah informasi. Tentu itu kita tidaklanjuti dan kita klarifikasi pada sejumlah pihak yang relevan," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).
Febri menegaskan, meski Anton diperiksa sebagai saksi Andi Agustinus alias Andi Narogong, pemeriksaan bisa terkait dengan Miryam Haryani. Sebab perkara e-KTP dengan kasus Miryam saling terkait.
"Kita tidak mungkin bicara indikasi pemberian keterangan tidak benar dengan tersangka MSH. Jika tidak ada kasus e-KTP itu sendiri. Karena kita tahu Miryam pada saat menjadi saksi untuk 2 tersangka pertama menjelaskan cukup rinci indikasi ke pihak-pihak lain yang menerima aliran dana e-KTP sehingga kita perlu lakukan pemeriksaan dalam dua kasus ini secara paralel," imbuh dia.
Soal pemeriksaan Anton Taufik, KPK sambung Febri tengah mendalami dugaan penekanan terhadap Miryam Haryani.
"Kita pasti harus melihat apa yang menjadi faktor atau siapa yang memiliki pengaruh, atau apa saja yang dilakukan sehingga ada perubahan-perubahan keterangan atau pencabutan BAP, atau hal-hal lain yang diatur dalam Pasal 22," imbuh Febri.
Baca juga: Kasus e-KTP, Pengacara Anton Taufik dan Robinson Dipanggil KPK
Sebelumnya, nama Anton Taufik muncul dari pernyataan pengacara Elza Syarief selesai menjalani pemeriksaan di KPK. Menurut Elza, Anton Taufik berkunjung ke kantornya.
Pada saat bersamaan, anggota DPR Miryam S Haryani juga berkunjung ke kantor Elza. Namun Elza saat itu mengaku tidak tahu maksud kedatangan Anton bersamaan dengan Miryam. Namun Elza melihat kertas berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam yang sudah dicoret-coret.
"Saya lihat BAP itu sudah dicoret-coret, gitu saja," ujar Elza setelah diperiksa untuk Miryam Haryani, tersangka pemberi keterangan palsu perkara e-KTP, di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (17/4).
Saat ditanya wartawan, Elza mengaku tidak mengetahui siapa yang mencoret-coret BAP tersebut. Dia juga tak tahu maksud kedatangan Anton Taufik bersamaan dengan Miryam ke kantornya. (fdn/dhn)











































