DetikNews
Selasa 02 Mei 2017, 18:03 WIB

Sopir Angkot, Kuli, dan Tukang Tambal Ban Genjot Minat Baca

Danu Damarjati - detikNews
Sopir Angkot, Kuli, dan Tukang Tambal Ban Genjot Minat Baca Foto: Presiden Jokowi menaiki sepeda motor pustaka. (Danu Damarjati-detikcom)
Jakarta - Mereka ini bukan termasuk kalangan akademisi seperti pengertian yang lazim dipahami. Namun, semangat mereka meningkatkan minat baca masyarakat diapresiasi Presiden Jokowi.

Mereka adalah aktivis penggenjot minat baca. Profesi utama mereka antara lain sopir angkot, sopir bemo, kuli bangunan, hingga tukang tambal ban.

"Saya Robianto dari Bayalangu, Gegesik, Kabupaten Cirebon," kata pria usia 31 tahun di depan pedatinya yang terparkir di samping Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Robianto dan pedati pustakanya.Robianto dan pedati pustakanya. Foto: Danu Damarjati-detikcom


Robianto mengecat pedati bertenaga sepeda motor bebek itu dengan tulisan 'Pustaka Bergerak Indonesia'. Warnanya didominasi hitam, ada replika kepala kerbau di atasnya, lengkap dengan atap ilalang. Di bawahnya, ada rak-rak ratusan buku, mulai dari komik manga, buku pelajaran sekolah, hingga buku agama.

Dia sudah menggerakkan pedati ini sejak pertengahan 2015. "Aku kuli bangunan. Setelah bekerja, siang sampai sore saya mengedarkan ini. Ini tidak menghasilkan duit, malah kadang-kadang keluar duit," ujarnya.

Pria beristri ini rela menjalankan aktivismenya ini karena sebuah motivasi. Dia tak ingin minat baca Indonesia dicap rendah oleh dunia, misalnya UNESCO.

"Aku ingin minat baca diperhatikan di Indonesia. Jangan seperti data UNESCO. Ternyata bukan minat baca yang jadi masalah, tapi sarana bacanya," ujarnya.

Pedati ini dibangunnya dalam empat bulan pada tahun kemarin. Sebelumnya, Robianto biasa mengedarkan buku-buku menggunakan tas, berjalan kaki, keliling desa. Kini tak hanya desanya saja, namun ada 8 desa yang mampu dia kelilingi.

"Di mana ada tanah lebar, saya ada di situ. Saya panggil anak-anak dulu, bikin mereka nyaman. Buku dipinjam gratis nggak apa-apa," kata dia.

Dia masih punya cita-cita untuk membuka kelas membaca untuk orang-orang tua, namun karena kendala tempat dan operasional, rencana itu belum terwujud.

Jokowi berkemeja batik kemudian menyambangi pedatinya. Selain itu, Jokowi juga menyambangi angkot yang juga digunakan sebagai sarana penggenjot minat baca.

Angkot bernomor polisi D 1907 VP jurusan Soreang-Bandung ini disopiri oleh Pian Sopian (36). Sembari mencari penumpang, Pian berusaha menumbuhkan minat baca masyarakat. Penumpang yang terjebak macet bisa membaca buku yang tersedia di sisi belakang dalam angkot itu.

"Dari jalur saya mah jalur macet. Sambil menunggu macet, penumpang bisa baca buku," ujar Pian.

Pian Sopian dan Elis Ratna di depan angkotnya.Pian Sopian dan Elis Ratna di depan angkotnya. Foto: Danu Damarjati-detikcom


Anak-anak sekolah, buruh pabrik, dan ibu-ibu biasa menaiki angkotnya. Cara ini dijalankannya sejak 2016 lalu. Inspirasi justru datang dari istrinya sendiri yang merupakan pustakawati. Istrinya sudah enam tahun keliling kampung mengajar komputer, juga mengajari anak-anak membaca.

"Istri saya, Elis Ratna (25), adalah inspirasi saya, dia tanpa pamrih," kata dia.

Ada sekitar 40 buku di dalam angkotnya. Namun, buku ini harus dibaca di tempat alias tidak boleh disewa bawa pulang. Bila mau pinjam buku atau menyumbang buku, masyarakat bisa ke perpustakaannya di rumah kontrakannya, Jl Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Perumahan Parken Blok A 11 Nomor 6, Kabupaten Bandung.

"Setelah saya ini, Pemerintah Kabupaten juga kemudian mengadakan angkot pintar," kata dia.

Jokowi kemudian menyambangi bemo yang disopiri Sutino alias Kinong. Pria tua ini telah narik bemo sejak 1976. Bemonya digunakan untuk menarik penumpang pada pagi hari. Sore harinya, rak-rak berisi buku dipajang di bagian belakang.

"Saya keliling wilayah Tanah Abang dan Karet, nggak jauh dari rumah," kata Kinong.

Sopir Angkot, Kuli, dan Tukang Tambal Ban Genjot Minat BacaFoto: Danu Damarjati-detikcom


Ada dosen-dosen perguruan tinggi swasta yang membantu aktivitas Kinong. Maka sejak 2013, bemonya juga menjadi perpustakaan keliling. Pernah sekali waktu kendaraanya kena razia. Namun dia menyatakan bemo ini adalah peninggalan bersejarah dari era Presiden Sukarno.

"Hampir kena sweeping sama Dishub. Tapi Pak Jokowi mengatakan untuk tidak mengangkut Bemo karena mengandung sejarah. Akhirnya petugas Dishub tidak jadi sweeping," kata dia.

Ada pula Sugeng Haryono (33), seorang tukang tambal ban yang menggerakan sepeda motornya sebagai perpustakaan. Dia namai sepeda motornya itu sebagai 'Motor Pustaka'. Jokowi sempat menjajal duduk di atas motor itu.

"Ini motor apa?" tanya Jokowi.

Sugeng menjelaskan sepeda motornya adalah hasil kawin campur berbagai macam jenis. Mesin dan sasisnya berasal dari Honda GL Max yang dia beli dari hasil jerih payah menambal ban, harganya Rp 450 ribu, beli di tukang rongsokan. Dia kemudian menambahkan tangki dari motor trail China, Jok berasal dari vespa. Lampu depan yang bundar ini berasal dari mobil Chery.

"STNK-nya apa ini?" tanya Jokowi.

"GL Max," jawab dia. Kemudian Jokowi menaiki motor itu.

Motor pustaka.Motor pustaka. Foto: Danu Damarjati-detikcom


Sehari-harinya, Sugeng biasa berkeliling empat desa di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. 100 Buku hingga 120 buku biasa dia bawa.

"Ide awalnya dari keprihatinan sendiri, suatu saat saya tanya ke warga, di mana perpustakaan. Kemudian warga itu bertanya balik soal perpustakaan itu apa. Dari situ Alhamdulillah ide perpustakaan ini muncul," kata dia.

Jokowi menilai aktivisme mereka ini sebagai hal yang liar biasa. "Saya sangat kagum, sangat kaget. Ternyata bermacam-macam telah dilakukan oleh pegiat literasi ini. Ada perahu dipakai perpustakaan, ada yang jualan endog (telor) dadar plus jualan buku, jualan burger plus membawa buku untuk anak-anak, bemo yang di sisi belakangnya diberi tumpukan buku," tutur Jokowi.

"Ini sebuah gerakan yang menurut saya sangat bagus sekali, tidak disentuh oleh pemerintah, tetapi mereka bergerak sendiri," imbuh Jokowi.
(dnu/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed