"Agendanya hari ini kita ingin membicarakan tentang wasted dan polution control (sampah dan kontrol air limbah)," ujar Siti di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (2/5/2017).
Siti mengatakan situasi sampah dan air limbah di Indonesia terbilang cukup serius. Untuk itu, kerja sama dengan Denmark dinilai penting dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa titik lokasi akan ditinjau oleh Siti bersama Ulla, seperti pompa Waduk Pluit dan Kali Pesanggrahan.
"Intinya, daerah-daerah yang poluted ya. Nanti kerja samanya di kebijakan. Di pedoman-pedoman manual dan juga bagaimana contoh-contoh di lapangannya. Bagaimana dengan masyarakatnya, teknis juga sampahnya ditangani," tutur Siti.
Sementara itu, Ulla juga menyampaikan keinginannya meninjau langsung keadaan sampah dan air limbah di Indonesia. Ujung kunjungan tersebut adalah penandatanganan kerja sama antara Indonesia dan Denmark.
"Saya datang ke sini untuk mengetahui lebih banyak tentang berbagai tantangan yang Indonesia hadapi dalam kaitannya dengan penanganan sampah dan air limbah, termasuk juga penanganan plastik di air," ujarnya.
Ulla menambahkan kerja sama yang akan ditandatangani kedua negara ini adalah cara mengelola sampah dan limbah menjadi sumber energi, seperti yang dilakukan di Denmark.
"Karena Denmark punya pengetahuan dan pengalaman mengenai hal itu yang ingin kita bagikan kepada Indonesia," katanya. (idh/fdn)











































