Kematian Mbah Gotho di Usia 146 Tahun Jadi Sorotan Dunia

Niken Purnamasari - detikNews
Selasa, 02 Mei 2017 16:07 WIB
Foto: Muchus Budi/detikcom
Jakarta - Kematian Mbah Gotho, manusia berumur 146 tahun asal Sragen, Jawa Tengah, tak hanya menjadi perhatian di Indonesia, tapi juga dunia. Media-media luar negeri turut memberitakan meninggalnya Mbah Gotho. Mereka menyebut Mbah Gotho sebagai manusia yang hidup paling lama di dunia.

Media-media luar negeri yang memberitakan Mbah Gotho yakni BBC, Channel News Asia, The Sun, The Independent, The Guardian, dan sejumlah media lainnya.


Mbah Gotho di masa hidupnya. Mbah Gotho di masa hidupnya. (Muchus Budi/detikcom)

BBC dalam berita tentang kematian Mbah Gotho menulis judul 'Oldest human' dies in Indonesia aged 146'. Dalam isi berita, BBC mengatakan, jika umur terverifikasi 146 tahun, dia dapat memiliki sebutan sebagai manusia yang hidup paling lama di dunia. Menggantikan Jeanne Calment asal Perancis, yang wafat pada usia 122 tahun.

Baca Juga: Mbah Gotho Manusia Berusia 146 Tahun Asal Sragen Meninggal Dunia

Memiliki 'nada' penulisan serupa dengan BBC, The Independent menulis 'World's oldest man dies in Indonesia aged 146'. Media asal Inggris itu membandingkan usia Mbah Gotho dengan manusia lainnya yang panjang umur hingga menyentuh satu abad.

"Berdasarkan Guinness World Records, manusia tertua di dunia adalah Jeanne Louise Calment asal Perancis yang hidup hingga 122 tahun. Dia meninggal pada 1997. Sederet nama lainnya yang diklaim memecahkan rekor Calment termasuk James Olofintuyi asal Nigeria, yang hidup hingga 171 tahun dan Dhaqabo Ebba dari Ethiopia dengan usia 163 tahun," tulis The Independent.

Baca Juga: Makam Mbah Gotho Pakai Nisan yang Disiapkan Sejak 1992

Media Channel News Asia menyampaikan kematian Mbah Gotho tak lama, berselang tiga hari, setelah wanita tertua asal Malaysia meninggal dunia.

Mbah Gotho dalam kenangan di waktu hidup.Mbah Gotho dalam kenangan di waktu hidup. (Muchus/detikcom)

Mbah Gotho meninggal dunia pada Minggu (30/4/2017) karena sakit. Mbah Gotho sempat dirawat beberapa kali di RSUD Sragen. Namun mendekati ajalnya, dia meminta kepada keluarga untuk dibawa pulang ke rumah.

Baca Juga: Sebelum Wafat, Mbah Gotho Jalani Tes DNA

Bagi Mbah Gotho, kematian adalah hal yang telah dinanti. Dia bahkan telah mempersiapkan nisan untuk kematiannya sejak 1992. Tak cukup itu, dia juga menyiapkan peti mati dan jas untuk pemakamannya. (nkn/fjp)