Hal tersebut disampaikan Zulkifli pada acara Seminar Nasional Gerakan Mubaligh Bela Negara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017). Acara tersebut berbarengan dengan Sosialisasi 4 Pilar MPR.
"Lagu partai bisa hafal, Indonesia Raya nggak bisa hafal? Oleh karena itu umat Islam harus menyiapkan dirinya dengan baik. Kalau tidak insaf bisa dijadikan mobil mogok. Oleh karena itu umat Islam perlu bersatu. Sudahlah jangan ribut lagi kita yang pakai jenggot panjang, yang lalu sudah nggak apa-apa," jelas Zulkifli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah yang harus jadi perilaku kita, Pancasila. Pertama menegaskan adalah bangsa yang bertuhan, menolak paham anti-Tuhan. Wajib menyembah Tuhannya dan beribadah kepada agama masing-masing secara leluasa," ujar Zulkifli.
Pria yang menjabat sebagai Ketum PAN ini mengingatkan setiap orang diperbolehkan menjadi pemimpin. Yang tidak boleh saat menjelekkan golongan tertentu ketika ingin menjadi pemimpin.
"Kalau ada gubernur kita Kristen itu hak dia, ini jelas loh. Oleh karena itu segala hukum harus bersumber pada Pancasila, ini dijamin, jadi terang ya pak? Jadi kalau gubernurnya atau presidennya ingin gubernur Islam boleh, yang tidak boleh mempolitisasi untuk menyerang lawan dengan cara menjelekan, harus menghargai," kata Zulkifli. (dkp/ega)










































