Akhir Kisah Katak Raksasa di Enrekang Sulsel: Habis Disantap Warga

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Selasa, 02 Mei 2017 15:02 WIB
Foto: Dok. Istimewa
Enrekang -

Katak 'raksasa' yang ditangkap di Desa Buntu Mondong, Enrekang, Sulawesi Selatan sudah habis menjadi santapan warga setempat. Warga mengatakan jarang memakan katak yang memiliki berat 1,5 kg itu.

Darussalam (30), warga Desa Buntu Batu yang ikut menangkap katak yang disebut katak todan oleh warga setempat itu mengatakan, dia menangkap katak raksasa itu bersama teman-temannya. Katak tersebut biasanya ditangkap oleh remaja setempat saat sedang bermain di sungai atau berkebun.

Katak raksasa yang ditangkap warga Enrekang.Katak raksasa yang ditangkap warga Enrekang. Foto: Dok. Istimewa


"Tidak banyak orang Duri yang suka makan Katak Todan, termasuk saya yang tidak makan begitu, biasanya yang makan Todan anak-anak muda saja yang menyantapnya setelah dibakar dan dikuliti," ujar Salam, sapaan Darussalam, saat dihubungi detikcom, Selasa (2/4/2017).


Katak raksasa itu memiliki berat 1,5 kg.Katak raksasa itu memiliki berat 1,5 kg. Foto: Dok. Istimewa

Salam menjelaskan, 9 katak tersebut yang salah satunya berukuran jumbo ditangkap secara ramai-ramai pada pekan lalu di Sungai Dante Uwa. Dari 9 ekor tersebut, hanya satu yang memiliki berat 1,5 kg. Satu ekor lainnya seberat 1 kg dan sisanya dibawah 1 kg dengan ukuran sekitar 20 cm.

Baca Juga: Ini Kajian MUI soal Hukum Konsumsi Daging Katak

"Setelah ditangkap, ada anak muda yang minta, katanya mau dimakan, jadi kita kasih mereka," ucap Salam.

Akhir Kisah Katak Raksasa di Enrekang Sulsel: Habis Disantap WargaFoto: Dok. Istimewa


Menurut Salam, biasanya kaum remaja Suku Duri, melakukan "Metodan", istilah untuk menangkap katak todan di sungai. Kegiatan itu dilakukan ketika sedang berangkat ke perkebunan salak dan perkebunan kopi arabika di kawasan kaki Gunung Latimojong di ketinggian 1.400 hingga 1.700 mdpl.

Untuk sampai di perkebunan di kawasan kaki gunung tertinggi di Sulawesi ini, hanya dapat diakses menggunakan sepeda motor dan menempuh medan yang terjal dan berbatu. Warga mencari katak todan di bebatuan tepi sungai. Katak todan biasanya memakan kepiting dan hewan-hewan kecil di tepi sungai.

Selain di kawasan Kecamatan Buntu Batu, warga dari Uluway, perbatasan Kab. Enrekang-Tana Toraja juga kerap menyantap katak todan.

Salah seorang warga Toraja dari Uluway, Baccung, mengatakan biasa menyaksikan katak Todan berukuran jumbo di sungai dekat rumahnya. Namun, warga Uluway juga biasanya enggan untuk menangkapnya. (mna/nkn)