Angkot, Bemo, hingga Pedati Masuk Istana Kepresidenan

Angkot, Bemo, hingga Pedati Masuk Istana Kepresidenan

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 02 Mei 2017 12:24 WIB
Angkot, Bemo, hingga Pedati Masuk Istana Kepresidenan
Presiden Joko Widodo bersama para pegiat literasi. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Pagi menjelang siang di Istana Kepresidenan, ada angkot, pedati berkepala kerbau, hingga bemo berjejer di bagian dalam. Bahkan ada pula gerobak pedagang kaki lima yang ikut masuk.

Semua kendaraan yang tak lazim ada di lingkungan ring satu ini punya satu kesamaan: memuat buku-buku bacaan. Ternyata kendaraan-kendaraan ini memang masuk diundang Presiden Jokowi untuk ke Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2017).

Gerobak hitam bertulisan 'Pustaka Bergerak Indonesia, Pedati Pustaka Bayalangu'. Pedati ini tak ditarik kerbau sungguhan, melainkan ditarik sepeda motor bebek bernomor polisi E-5675-K. Ada kepala kerbau tiruan sebagai hiasan ditempatkan di dekat atap alang-alang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada pula bemo ungu bertulisan 'Kutu Buku', berpelat nomor B-4-CA. Kebanyakan buku yang dimuat di belakangnya adalah buku yang yang menunjang pembelajaran anak-anak sekolah, meski ada pula buku umum. 'Belajar Bahasa Mandarin', satu buku tergeletak di dekat jok sopir.

Angkot bernomor polisi D-1907-VP ada di sebelahnya. Angkot hijau juga memuat buku-buku bacaan dengan keterangan di atas rak 'Baca Buku Gratis'. Di rak yang menempel di kaca belakang bagian dalam, banyak buku umum, salah satunya berjudul 'Tuhan Tidak Perlu Dibela' karya Abdurrahman Wahid.

Tak lama berselang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy datang. Dia mengenakan pakaian khas Jawa, lengkap dengan blangkon dan jarit batik. Namun ada dasi kupu-kupu dan jas yang dia kenakan. Dia kemudian masuk ke Istana Negara.

Di dalam, Presiden Jokowi mengumpulkan para pemilik buku-buku dengan macam-macam moda pengangkutnya seperti yang diparkir di depan tadi. Moda-moda itu adalah alat untuk mengedarkan buku bacaan ke tengah masyarakat. Pelakunya adalah para pegiat literasi yang rela menyisihkan waktu, uang, dan tenaga untuk menyajikan buku bacaan gratis untuk masyarakat, sampai pelosok.

"Jumlah pegiat literasi ini ada seribu orang. Dengan tulus ikhlas mereka terpanggil, kehadiran mereka membantu kami," kata Muhadjir membuka acara silaturahmi dengan para Pegiat Literasi Inspiratif.

Ada puluhan orang pegiat literasi di ruangan. Jokowi kemudian menyampaikan rasa senangnya bisa bertemu dengan pejuang pengetahuan ini.

"Kalau saya ke daerah-daerah, ke desa atau ke kampung, biasanya saya juga bagi-bagi buku. Tidak hanya buku-buku tulis, tapi juga cerita rakyat dan sebagainya. Sepulang acara ini, nanti saya minta Pak Menteri memberikan buku sebanyak-banyaknya (untuk para pegiat literasi)," kata Jokowi. (dnu/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads