Kecurigaan warga terhadap toko bangunan menyimpan dan memproduksi miras itu muncul sekitar dua tahun lalu. Sekitar satu tahun lalu, penggerebekan dilakukan oleh polisi, namun toko itu masih tetap beroperasi.
Warga naik pitam saat menemukan miras di gudang toko itu. (Muhammad Iqbal/detikcom) |
Pantauan di lapangan, warga terlihat emosional ketika mendapati miras yang sudah dikemas di dalam mobil minibus warna putih dengan kondisi siap diedarkan. "Sudah berdiri sekitar 3 tahun lalu, sekitar 6 bulan lalu pernah digerebek sama polisi, tapi tetap beroperasi," kata salah seorang warga sekitar, Habibudin, kepada wartawan, Selasa (2/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga melaporkan hal itu ke polisi. (Muhammad Iqbal/detikcom) |
"Seminggu lalu kami intai, setiap pagi itu mereka ngirim, dua hari sekali kami shot, kami lihat. Karena sudah yakin makanya kami gerebek," tambahnya.
Setelah penggerebekan dilakukan, warga kemudian melapor ke pihak kepolisian. Warga mengaku sengaja tidak terlebih dahulu melapor polisi lantaran sudah kesal dengan adanya pabrik tersebut.
"Kami temukan banyak botol miras, ada produk buat bikin mirasnya juga, tadi ada pompa buat produksi," kata dia.
Diduga Produksi Miras
Warga menduga pemilik gudang berkedok toko bangunan juga memproduksi minuman keras. Tuduhan warga itu terbukti dari didapatinya beberapa alat produksi dan cairan yang digunakan diduga untuk memproduksi miras.
Warga amankan alat semacam pompa untuk produksi miras. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom |
"Tadi kita temukan alat semacam pompa dan cairan nggak bermerek tapi dari baunya itu bahan kimia," kata Habibudin.
Warga menemukan ribuan botol miras siap jual. Di lantai dua gudang itu, warga juga menemukan cairan putih di dalam botol plastik, barang tersebut disinyalir sebagai cairan pengoplos minuman keras. "Ini label botolnya miras, tadi kita temukan botol kecil Wiski, tapi labelnya itu palsu," ujar dia.
Gudang itu diduga sebagai tempat produksi miras. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom |
Berlokasi di perbatasan Serang-Cilegon itu diketahui dimiliki oleh Abun. Meski begitu, pemilik tok tidak ditemui di tempat dan hanya beberapa karyawan yang berada di toko tengah menjaga toko bangunan tersebut.
Pemilik gudang tidak ada di tempat saat penggerebekan. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom |
Saat ditanya mengenai beberapa karyawan menolak memberikan kesaksian. Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Kramatwatu datang untuk mengamankan lokasi. Petugas kemudian memasang garis polisi dan menutup paksa toko bangunan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
(aan/aan)












































Warga naik pitam saat menemukan miras di gudang toko itu. (Muhammad Iqbal/detikcom)
Warga melaporkan hal itu ke polisi. (Muhammad Iqbal/detikcom)
Warga amankan alat semacam pompa untuk produksi miras. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Gudang itu diduga sebagai tempat produksi miras. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Pemilik gudang tidak ada di tempat saat penggerebekan. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom