DetikNews
Selasa 02 Mei 2017, 08:00 WIB

Laporan Dari Hong Kong

6 Poin Petisi Buruh Migran RI untuk Jokowi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
6 Poin Petisi Buruh Migran RI untuk Jokowi Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Hong Kong - Kedatangan Presiden Jokowi ke Hong Kong membuat para buruh migran asal Indonesia ingin menyampaikan aspirasi. Mereka menuangkannya dalam petisi yang terdiri dari 6 (enam) poin.

"Ini sebenarnya petisi yang kami kumpulkan dari 71 organisasi dari Hong Kong, Taiwan, Singapura, Brunei Darussalam, Timur Tengah dan harapan kami adalah karena kunjungan Pak Jokowi ke sini bukan cuma (untuk buruh migran) di Hong Kong tapi semua buruh migran Indonesia. Ini harapan yang saya ingin sampikan," ujar Juru Bicara Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI), Eni Lestari Andayani, saat ditemui di Asia World Expo, Hong Kong, Senin (1/5/2017).

Petisi tersebut mulanya ingin diberikan langsung ke Presiden Jokowi saat acara pertemuan dengan WNI pada Minggu 30 April 2017. Namun, Eni yang membawa petisi dalam amplop cokelat tidak mendapat kesempatan untuk naik ke panggung.

Eni sempat maju ke arah panggung membawa petisi itu. Kemudian petisi tersebut dijanjikan akan diberikan ke Jokowi oleh anggota Paspampres yang mengambilnya.


Buruh Migran Indonesia menyampaikan petisi yang berisi 6 poin kepada Presiden Jokowi.Buruh Migran Indonesia menyampaikan petisi yang berisi 6 poin kepada Presiden Jokowi. Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom


"Ini petisi yang kami tuntut pertama terkait revisi UU yang saat ini berlangsung karena revisi ini bukan hanya Panja, tapi juga secara esensi masih belum akui buruh migran/TKI itu pekerja resmi. Ketika kita katakan pekerja resmi, berarti pemerintah harus menjamin hak-hak kami, hak libur, cuti, sakit, berorganisasi, bahkan melibatkan organisasi ketika ada dialog," papar Eni.

Eni yang bekerja di Hong Kong mengakui pemerintah setempat sudah memberikan hak libur. Namun, masiu banyak buruh migran Indonesia di negara lain yang tak mendapatkan hak itu.

Kemudian ada soal kewajiban mendata ulang Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) yang menurut Eni menyulitkan. Para buruh migran maksimal hanya memiliki waktu cuti 2 pekan untuk membuat itu di kantor pelayanan yang letaknya di Indonesia.

"Poin ketiga (tentang) biaya penempatan, karena semua TKI itu, semua sama Menaker sudah punya standar biaya penempatan. Di Hong Kong (maksimal) Rp 14.800.000 tapi TKI di Hong Kong ada yang bayar Rp 25 juta sampai Rp 50 juta. Semakin sering, misal, kamu di PHK makin tinggi biayanya. Kami tak menemukan satu pun TKI yang bayar sesuai ketetapan menteri," tutur Eni.

Petisi yang disampaikan Eni dan kawan-kawan itu terdiri dari 3 lembar (6 halaman). Di dalamnya ada 6 poin dengan penjabarannya.

Kini petisi itu masih menjalani prosedur standar untuk bisa sampai ke tangan presiden. Danpaspampres Brigjen Mar Suhartono menjamin akan berikan surat itu ke Jokowi.

"Diterima oleh anggota Paspampres yang berada di tempat acara, kemudian dilakukan pemeriksaan. Setelah dipastikan keamanannya, baru diberikan kepada Presiden melalui Ajudan Presiden," kata Suhartono di Goverment House of Hong Kong.

Sementara itu salah satu Staf Khusus Presiden menyatakan telah membaca isi petisi tersebut. Menurutnya, isi petisi banyak yang sudah dibicarakan Presiden Jokowi dengan Chief Executive Hong Kong Leung Chun-yin dalam pertemuan bilateral dan membuahkan nota kesepahaman (MoU) perlindungan buruh migran.

Berikut 6 poin yang terdapat dalam petisi tersebut:

1. Akui dan jamin hak Buruh Migran Indonesia (BMI) di dalam hukum Indonesia
2. Segera hentikan praktik penahanan dokumen penting milik BMI serta hukum agen atau majikan yang menahan dokumen penting milik BMI
3. Turunkan biaya penempatan, kriminalkan overcharging dan ciptakan mekanisme pengaduan dan penuntutan kompensasi bagi BMI yang dirugikan PPTKIS
4. Moratorium bukan solusi perlindungan bagi BMI
5. Selamatkan 208 WNI dari ancaman hukuman mati di luar negeri
6. Menjamin perlindungan kesehatan BMI dan tidak melimpahkannya kepada konsorsium asuransi.
(bag/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed