"Lurah dan camat sebagai kepanjangan tangan pemerintah harus punya strategi komunikasi pembangunan yang bagus untuk menggerakkan masyarakat agar bisa terlibat dalam pembangunan. Camat maupun Lurah juga harus rajin turun ke lapangan, sehingga setiap persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya ditangani secara tepat," ujar Wali Kota Arief R. Wismansyah dalam keterangan tertulis, Senin (1/5/2017).
Arief mengatakan hal itu saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur seluruh Lurah dan Camat se-Kota Tangerang yang dilaksanakan di Caldera Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/4/2017). Menurut Arief strategi komunikasi bisa dilaksanakan dengan sederhana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief juga mengingatkan agar camat dan lurah bisa memberikan contoh langsung kepada masyarakat. Apalagi komunikasi dengan masyarakat juga bisa sekaligus menyosialisasikan program.
"Karena bila tidak bisa memberikan teladan, yang ada adalah miskomunikasi," terang Wali Kota.
Dengan bersentuhan langsung dengan masyarakat diharapkan jajarannya bisa mengambil kebijakan yang pas untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Tugas kita melakukan pembinaan kepada masyarakat sehingga mereka bisa tergugah kesadarannya untuk bersama-sama membangun Kota Tangerang," paparnya.
Selain itu Wali Kota, juga menekankan fungsi kontrol dari para lurah dan juga camat untuk menyukseskan program dan kebijakan yang dilaksanakan oleh pemkot Tangerang.
"Berbagai program yang telah dibuat oleh pemkot semuanya bertujuan untuk menyejahterakan masyarakatnya, namun hal tersebut tidak akan terwujud bila tidak ada partisipasi dari masyarakatnya, dan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, aparat harus menjalankan fungsi kontrol tersebut selain tentunya agar program tersebut bisa tepat sasaran," jelasnya.
Sementara itu, Asisten 1 Tata Pemerintahan Kota Tangerang, Engkos Jarkasih menyampaikan bahwa kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur ini memang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas strategi komunikasi dalam menyukseskan program pembangunan yang telah dicanangkan.
"Dari situ kita bisa belajar berinteraksi dan berkomunikasi secara baik dan benar. Sehingga selepas dari sini kita bisa membangun komunikasi yang bagus dengan semua stakeholder yang pada akhirnya program pembangunan yang kita canangkan bisa dilaksanakan," tukasnya.
(ega/ega)










































