Polisi Minta Massa Buruh Tidak Rusak Pembatas ke Istana

Polisi Minta Massa Buruh Tidak Rusak Pembatas ke Istana

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Senin, 01 Mei 2017 15:50 WIB
Polisi Minta Massa Buruh Tidak Rusak Pembatas ke Istana
Massa buruh di Jalan Medan Merdeka Barat / Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Jakarta - Massa buruh yang menggelar aksi May Day masih berusaha untuk bisa menyampaikan aspirasinya di depan Istana Kepresidenan meski sudah dihalangi kawat berduri. Polisi mengimbau massa buruh tidak merusak pembatas.

"Kami berterima kasih pada rekan-rekan buruh sampai sore hari ini, semoga rekan rekan bisa menjaga kondusivitas. Satu lagi jangan sampai aksi disusupi oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab," kata Kapolres Jakpus Kombes Suyudi di depan Kemenpar, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suyudi mengingatkan massa buruh agar waspada sehingga aksi tidak 'ditumpangi' pihak ketiga. Dia juga meminta buruh tidak mendorong dan menarik pagar kawat berduri yang dipakai untuk mensterilkan kawasan istana.

"Jangan sampai aksi ini dinodai oleh pihak ketiga yang ingin memancing situasi tidak kondusif, saya ingin aksi ini tidak menarik narik pagar polisi, mohon maaf kalau tidak membuat nyaman, tapi kami berupaya memberikan pelayanan yang baik," ungkapnya.

Massa buruh di Jalan Medan Merdeka Barat / Massa buruh di Jalan Medan Merdeka Barat / Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom


Polisi meminta buruh tetap menyampaikan aspirasi di Patung Kuda. "Jangan rusak alat-alat yang sudah kami pasang. Jangan ada provokasi," kata Suyudi.



Orasi Suyudi itu dijawab oleh massa buruh. Mereka tetap ingin menyampaikan aspirasi di depan Istana Kepresidenan.

"Bohong, polisi bohong! Kami menyampaikan aspirasi yang dilindungi undang undang, kami menginginkan hasil kami, yang sudah dirampas oleh negara," kata buruh yang berorasi.

Massa buruh kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka masih berteriak agar jalan menuju Istana dibuka.

"Buka jalan, buka jalan," seru para buruh. (imk/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads