"Pada prinsipnya, May Day merayakan kemenangan perjuangan kaum buruh yang sudah diproses sekian lama, juga momentum buruh agar lebih efektif, optimal dalam memperjuangkan kepentingan dan berkontribusi pembangunan secara keseluruhan," ujar Hanif di lapangan eks Senayan Golf Driving Range, Jakarta, Senin (1/5/2017).
Untuk lebih mengoptimalkan perayaan hari buruh, Menaker akan mengorganisir acara yang lebih baik. Untuk tahun ini, Depnaker membuat acara 'May Day Festival' di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menaker menyebut pemerintah terus memperhatikan nasib kaum buruh sembari meningkatkan kesejahteraan mereka dengan berbagai cara. Menurutnya, kaum buruh di sektor pertanian lebih menderita dibanding buruh-buruh lain.
"Yang minta terus kan buruh dari sisi manufaktur, yang paling menderita di kita ini adalah sektor pertanian. Manufaktur jauh lebih baik dari buruh, katakanlah sektor pertanian. Manufaktur upah minimum, dapat ini, dapat itu," sebutnya.
"Secara prinsip, pemerintah terus meningkatkan kualitas perlindungan tenaga kerja maupun kesejahteraan, namun jangan dilihat semata-mata dari sisi upah. (Lihat) dari kebijakan sosial negara, akses lebih baik, pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi. Ini semua kan dalam rangka meningkatkan kualitas," terangnya.
Tantangan Indonesia di sektor buruh menurutnya saat ini adalah peningkatan daya saing tenaga kerja. Mutu sumber daya manusia harus terus dikuatkan.
"Tantangan kita meningkatkan daya saing tenaga kerja. Mengingat sekitar 60 persen angkatan kerja kita SD-SMP. Akses pelatihan kerja, mutu, harus digenjot terus menerus, nggak peduli sekolahnya kayak apa, umurnya tua," tutupnya. (gbr/imk)











































