Menaker: May Day Momentum Buruh untuk Berjuang Lebih Optimal

Menaker: May Day Momentum Buruh untuk Berjuang Lebih Optimal

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 01 Mei 2017 12:16 WIB
Menaker: May Day Momentum Buruh untuk Berjuang Lebih Optimal
Menaker Hanif Dhakiri saat Hari Buruh di GBK / Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
Jakarta - Menaker RI, Hanif Dhakiri mengucapkan selamat hari buruh internasional atau May Day untuk seluruh buruh di Indonesia. Hanif berkata May Day harus dijadikan momentum oleh para buruh untuk berjuang lebih optimal.

"Pada prinsipnya, May Day merayakan kemenangan perjuangan kaum buruh yang sudah diproses sekian lama, juga momentum buruh agar lebih efektif, optimal dalam memperjuangkan kepentingan dan berkontribusi pembangunan secara keseluruhan," ujar Hanif di lapangan eks Senayan Golf Driving Range, Jakarta, Senin (1/5/2017).

Untuk lebih mengoptimalkan perayaan hari buruh, Menaker akan mengorganisir acara yang lebih baik. Untuk tahun ini, Depnaker membuat acara 'May Day Festival' di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita nanti 2018 bisa kita organisir lebih. Di tahun ini, kita ada serangkaian kegiatan, ada perlombaan untuk kaum buruh," tuturnya.

[Gambas:Video 20detik]

Menaker menyebut pemerintah terus memperhatikan nasib kaum buruh sembari meningkatkan kesejahteraan mereka dengan berbagai cara. Menurutnya, kaum buruh di sektor pertanian lebih menderita dibanding buruh-buruh lain.

"Yang minta terus kan buruh dari sisi manufaktur, yang paling menderita di kita ini adalah sektor pertanian. Manufaktur jauh lebih baik dari buruh, katakanlah sektor pertanian. Manufaktur upah minimum, dapat ini, dapat itu," sebutnya.

"Secara prinsip, pemerintah terus meningkatkan kualitas perlindungan tenaga kerja maupun kesejahteraan, namun jangan dilihat semata-mata dari sisi upah. (Lihat) dari kebijakan sosial negara, akses lebih baik, pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi. Ini semua kan dalam rangka meningkatkan kualitas," terangnya.

Tantangan Indonesia di sektor buruh menurutnya saat ini adalah peningkatan daya saing tenaga kerja. Mutu sumber daya manusia harus terus dikuatkan.

"Tantangan kita meningkatkan daya saing tenaga kerja. Mengingat sekitar 60 persen angkatan kerja kita SD-SMP. Akses pelatihan kerja, mutu, harus digenjot terus menerus, nggak peduli sekolahnya kayak apa, umurnya tua," tutupnya. (gbr/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads