Menurut Pasi Intel Lanal Sabang Mayor Akbar, setelah kapal terbakar ke 15 ABK awalnya diselamatkan oleh kapal nelayan KM Cut Intan. Namun dalam perjalanan kembali ke dermaga, kapal penyelamat kehabisan bahan bakar.
"Sehingga memerlukan bantuan Kapal Angkatan Laut atau KRI," kata Akbar kepada detikcom, Minggu (30/4/2017).
Foto: Dok. Lanal Sabang |
"Setelah menerima laporan tersebut Danlanal Sabang memerintahkan Staf Operasi untuk melaksanakan plot posisi laporan awal tersebut. Dari hasil plot posisi diketahui lokasi kejadian berjarak 120 mil dari Sabang sehingga KAL Simeulue tidak mampu menjangkaunya," jelas Akbar.
Foto: Dok. Lanal Sabang |
Setelah berkoordinasi, diputuskan KRI Clurit-641 dengan Komandan Mayor Laut (P) Waluyo yang bertugas melaksanakan pengamanan Selat Malaka untuk melakukan evakuasi. Untuk menuju ke lokasi, KRI Clurit butuh waktu sekitar tujuh jam.
"Setelah menemukan lokasi KM Cut Intan yang terapung-apung kemudian segera dilaksanakan evakuasi 15 ABK ke dalam KRI Clurit dan memberikan bantuan bahan bakar kepada KM. Cut Intan agar bisa berlayar menuju Banda Aceh sendiri," ungkap Akbar.
KRI Clurit berhasil merapat di Dermaga Lanal Sabang sekitar pukul 09.35 WIB pagi tadi. Ke-15 nelayan kapal terbakar selanjutnya diperiksa kesehatan oleh personel RSAL. J lilipory Lanal Sabang.
"Kondisi ke 15 nelayan tersebut dalam kondisi sehat. Mereka juga diserahkan ke keluarga dan panglima laot," ungkap. (rna/rna)












































Foto: Dok. Lanal Sabang
Foto: Dok. Lanal Sabang