"Sebelumnya, pihak keamanan PT KAI Daop 1 Jakarta telah menerima laporan dari calon penumpang yang curiga akan keaslian tiket yang dia terima dari tangan pelaku," ujar Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Suprapto ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (29/4/2017).
Foto: Dok. Istimewa |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku berhasil ditangkap setelah sebelumnya dijebak oleh korban yang ingin memesan tiket dari yang bersangkutan. Di tangan pelaku, didapatkan 33 macam tiket palsu hasil karya dia sendiri," ucap Suprapto.
Tentang modus penipuannya, Suprapto mengatakan pelaku mencari korban di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Jatinegara. Kemudian, pelaku berjanji bisa mengusahakan tiket untuk kereta api ketika mudik Lebaran.
"Setelah disepakati harganya, mereka janjian beberapa hari kemudian. Ketika proses menunggu ini, pelaku mencetak dan mendesain tiket semirip mungkin. Setelah berhasil mencetak tiket made in buatan sendiri, pelaku janjian lagi dengan korban di suatu tempat. Mereka kemudian bertemu, lalu korban menyerahkan sejumlah uang yang telah disepakati, lalu pelaku menyerahkan tiket palsu made in buatan sendiri tersebut," ucap Suprapto.
Suprapto menjelaskan yang dipalsukan adalah format pemesanan tiketnya. Tiket semacam itu akan ketahuan ketika mesin akan mencetak tiket check in, yang di dalamnya harus ada kode booking dan barcode yang sesuai.
"Jadi kalau yang palsu, tidak akan muncul nama dimanisfestasi mesin check in, karena kode booking-nya asal-asalan," ujar Suprapto.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk membeli tiket secara online atau tempat-tempat resmi lainnya," ucap Suprapto. (dhn/try)












































Foto: Dok. Istimewa