"Saat kita temukan kondisinya sudah meninggal dunia. Di lehernya ada luka lebam, seperti cekikan, sedangkan pakaiannya hampir terbuka semuanya," kata Kapolsek Sawang Iptu Ridwan MY kepada detikcom, Sabtu (29/4/2017).
Ridwan menjelaskan, pada Jumat (28/4/2019) sekitar pukul 07.00 WIB, bocah tersebut ikut kakaknya pergi ke sekolah. Kakaknya masuk sekolah, sedangkan dia berada di luar sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa cemas, orang tuanya kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada kepala dusun setempat. Seusai salat Jumat, kepala dusun langsung mengumumkan kehilangan korban melalui pengeras suara di masjid. Dia meminta masyarakat membantu mencari korban.
Menjelang sore, sang bocah malang ditemukan di semak-semak belakang sekolah oleh seorang remaja.
"Kita langsung kembangkan dan periksa para saksi-saksi. Ternyata yang membunuh adalah MU (18), remaja setempat yang berlagak menemukan bocah tersebut," kata Ridwan.
Ridwan menyebutkan pelaku MU merupakan pedagang makanan di sekolah itu. "Setelah kita interogasi, dia mengakui perbuatan itu."
"Pelaku mengaku merayu korban untuk diajak main-main. Di lokasi kejadian, pelaku hendak melakukan pelecehan seksual, namun korban meronta-ronta. Karena menjerit, pelaku yang sudah gelap mata langsung menghabisi nyawa bocah malang itu," ujar Ridwan.
Sebelum dikebumikan, korban sempat dibawa ke RSUD Cut Meutia Buket Rata untuk divisum, sedangkan pelaku diboyong ke Mapolres Lhokseumawe guna pemeriksaan lanjutan. (try/try)











































