Saat Fahri Hamzah dan Fadli Zon Pecah Kongsi

Saat Fahri Hamzah dan Fadli Zon Pecah Kongsi

Andhika Prasetia - detikNews
Sabtu, 29 Apr 2017 09:00 WIB
Saat Fahri Hamzah dan Fadli Zon Pecah Kongsi
Sidang Paripurna DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Dua Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, memiliki sikap berbeda dalam pemutusan hak angket terhadap KPK dalam sidang paripurna, Jumat (28/4/2017) kemarin. Fahri menyetujui adanya hak angket KPK dengan mengetuk palu sidang, sedangkan Fadli walk out (WO) dari sidang mengikuti fraksinya, yaitu Gerindra.

Biasanya kedua pimpinan DPR ini selalu satu pendapat dalam penyampaian keputusan. Seperti saat Fadli menemani Fahri jumpa pers menyampaikan sikap soal pencekalan Ketua DPR Setya Novanto. Fahri mengatakan DPR keberatan soal pencekalan Novanto. Keberatan diajukan karena pencekalan Novanto oleh KPK dinilai menghambat kinerja DPR.

Fahri dan Fadli saat jumpa pers soal pencekalan NovantoFahri dan Fadli saat jumpa pers soal pencekalan Novanto. (Andhika Prasetia/detikcom)

"Ini mencoreng nama Indonesia dan DPR dalam diplomasi internasional. Kalau pengajuan pencekalan terhadap Kemenkumham, Ditjen Imigrasi, sekadar memudahkan pemeriksaan, Ketua DPR paling kooperatif diperiksa KPK. Perlu dicatat, pencegahan dapat mengganggu kerja kelembagaan dan memperburuk citra DPR. Tidak hanya di dalam, namun juga di luar negeri. Dengan cekal, Novanto tidak bisa pergi," kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, 17 hari kemudian atau saat sidang paripurna penutupan, keduanya memiliki sikap berbeda soal hak angket KPK. Fahri, yang bertindak sebagai pimpinan sidang, mengetuk palu di saat fraksi lainnya ingin menyampaikan pandangan soal hak angket. Menurut mekanisme sidang, ketuk palu sebanyak satu kali itu pertanda keputusan hak angket KPK sudah disetujui.

Fraksi Gerindra Walk Out di Paripurna Hak Angket KPKFraksi Gerindra walk out dalam sidang paripurna hak angket KPK. (Lamhot Aritonang/detikcom)

"Baik, kita kira sudah kita simpulkan kita menggunakan hak angket, terima kasih, Teman-teman. Dengan telah disetujui usul penggunaan hak angket anggota DPR RI terhadap pelaksanaan tugas dan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi, maka kita melanjutkan ke acara selanjutnya, pidato Ketua DPR RI," ujar Fahri dalam sidang paripurna, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/4).

Fadli pun memutuskan walk out (WO) dari rapat paripurna. Keputusan Fadli WO berawal dari Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani yang maju memprotes Fahri mengesahkan angket KPK. Gerindra merupakan fraksi yang menolak usulan hak angket, walaupun ada satu nama, yaitu Desmond J Mahesa, yang meneken usulan angket KPK.

Fadli Zon ikut WO soal angket KPKFadli Zon ikut WO soal angket KPK (Lamhot Aritonang/detikcom)

Gerindra, yang di dalamnya termasuk Fadli, merupakan satu-satunya fraksi yang WO dalam sidang paripurna kemarin. Meski begitu, Fadli mengatakan fraksinya tetap menghormati keputusan sidang paripurna yang menerima usulan hak angket yang diinisiasi Komisi III itu.

"Tadi saya kira kita mengalami suatu proses. Yah, biasa kalau di DPR pro dan kontra. Kalau Fraksi Gerindra sudah jelas, tapi kita ikut menghormati apa yang sudah menjadi keputusan," ujar Fadli Zon seusai sidang paripurna.

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/brt)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini