Ahmad Basarah: Kaum Muda Menghadapi Tantangan yang Kompleks

Ahmad Basarah: Kaum Muda Menghadapi Tantangan yang Kompleks

Mega Putra Ratya - detikNews
Jumat, 28 Apr 2017 19:36 WIB
Ahmad Basarah: Kaum Muda Menghadapi Tantangan yang Kompleks
Foto: Dok MPR
Jakarta - Kaum muda Indonesia saat ini dinilai menghadapi tantangan yang kompleks. Tantangan ini diyakini lebih kompleks dari masa-masa sebelumnya.

"Hari ini kaum muda menghadapi tantangan yang kompleks dari masa-masa sebelumnya. Indonesia sedang menjadi eksperimen ideologi transnasional. Di satu sisi, ada bahaya radikalisme agama yang kerap menawarkan kekerasan. Sementara di sisi yang lain, ada bahaya liberalisme/individualisme yang menawarkan kebebasan tanpa batas," ujar Ketua Badan Sosialisasi MPR Ahmad Basarah dalam keterangan tertulis, Jumat (28/4/2017).

Basarah mengatakan hal itu saat menjadi keynote speech dalam acara Temu Kebangsaan Orang Muda ke II pada (28-30/4/ 2017) di Jakarta dan Bogor. Dalam acara itu hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan penulis buku 'Negara Paripurna', Yudi Latif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, hadir juga perwakilan dari Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Jaringan GUSDURian, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Biro Pemuda dan Remaja Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Dewan Pengurus Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPN PERADAH).

Basarah mengatakan ideologi transnasional tersebut sama-sama memakai alat teknologi komunikasi dan informasi sebagai media propaganda. Sehingga, sebagai agen perubahan, kaum muda tidak boleh diam.

"Kaum muda harus segera sadar diri, menjadikan serta ikut mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng dari ancaman radikalisme agama juga ancaman liberalisme/individualisme. Juga tak kalah penting," ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR ini.

Menurut Basarah organisasi pemuda perlu menjalin kerjasama dengan partai politik. Karena partai politiklah yang menentukan kebijakan negara.

"Sehingga kita harus terus mengingatkan peran dan tanggungjawab kebangsaan partai politik," jelasnya.

Sementara itu Yudi Latif dalam paparannya mengatakan hanya Pancasila yang mampu menyatukan kepingan-kepingan yang terserak menjadi kekuatan bersama demi tegaknya NKRI.

Temu kebangsaan kaum muda ini dirancang untuk membangun perspektif bersama atas berbagai masalah bangsa, sekaligus menyusun rumusan kerja kolektif di antara kaum muda penggerak perubahan. (ega/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads