DetikNews
Jumat 28 April 2017, 17:49 WIB

Cegah Karhutla, Camat dan Bupati di Sumsel Diimbau Tak Keluar Daerah

Raja Adil Siregar - detikNews
Cegah Karhutla, Camat dan Bupati di Sumsel Diimbau Tak Keluar Daerah Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta bupati tidak meninggalkan daerah. Hal ini untuk menghindari terjadinya karhutla di delapan daerah rawan kebakaran.

"Mulai hari ini, 17 kepala daerah, baik bupati dan wali kota, jangan meninggalkan tempat. Apakah ke Jakarta, apalagi ke luar negeri. Terutama camat, 24 jam jangan ke kota, cukup jika ada keperluan baru ke kota. Selebihnya tetap berada dan memantau desa-desa saja. Begitu juga dengan saya sendiri," ujar Alex di hadapan delapan bupati dan pelaksana tugas (Plt) bupati di Griya Agung, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Jumat (28/4/2017).

Imbauan itu disampaikan Alex untuk memastikan 3-4 tahun ke depan Sumsel terbebas dari bencana karhutla. Karena itu, dari gubernur, bupati atau wali kota, hingga tingkat desa, yang dalam hal ini masyarakat, diharapkan sama-sama bertindak sejak dini dalam menangani karhutla.

"Alhamdulillah titik hotspot turun 98 persen dari tahun 2016-2017. Pada 3-4 tahun lagi tidak akan ada rakor karhutla seperti ini. Jadi mulai dari gubernur, bupati/wali kota, dan masyarakat sama-sama bertindak sejak dini menangani karlahut," katanya.

Dikatakan Alex, hingga 2015 saja, sudah 736.000 hektare lahan yang terbakar. Karena itu, Sumsel bertekad pada 2016 dan 2017 tidak boleh lagi ada kebakaran lahan, terutama saat pelaksanaan Asian Games 2018.

"Apalagi tahun depan kita menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games, selain DKI Jakarta. Jangan sampai ada kebakaran," tuturnya.

Cegah Karhutla, Camat hingga Bupati di Sumsel Diimbau Tak BepergianFoto: Raja Adil Siregar/detikcom

Untuk menanggulangi karhutla, kuncinya ada pada masyarakat. Jika tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar, dipastikan tidak ada kebakaran hutan. Jadi, untuk menangani itu, Pemprov Sumsel telah membagikan 2.575 hand tractor kepada masyarakat.

Untuk membantu menangani yang sudah terbakar, Pemprov Sumsel akan merestorasi dan merehabilitasi lahan yang sudah rusak dengan bantuan pihak ketiga. Salah satunya melalui dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Restorasi Lahan Gambut. Mereka akan meminta bantuan pihak swasta yang berada di lahan sekitar lahan konsesi.

Adapun delapan kabupaten yang menjadi perhatian khusus Satgas Karhutla adalah Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Banyuasin, Penukal Abab Pematang Ilir, Muara Enim, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.
(try/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed