DetikNews
Jumat 28 April 2017, 17:25 WIB

Rencana Remisi untuk Pengguna/Pengecer Narkoba, Ini Kata Buwas

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rencana Remisi untuk Pengguna/Pengecer Narkoba, Ini Kata Buwas Kondisi Lapas Banjarmasin (Ist)
Jakarta - Para ahli hukum menyetujui rencana pelonggaran remisi untuk pengguna dan pengecer narkoba karena LP sudah penuh sesak. Tapi bagi pengedar besar dan bandar, pemerintah tidak memberi ampun dan tetap mengetatkan remisi.

Saat ini, narapidana narkoba berjumlah 70 ribuan. Dari jumlah itu, hanya 28 persen bandar narkoba. 20 ribu orang di antaranya hanyalah pemakai narkoba dan sisanya pengecer narkoba.

Namun menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso, rencana pelonggaran remisi itu dinilai tidak efektif mengurani penghuni LP yang sudah membeludak.

"Yang belum efektif ya. Untuk itu kita evaluasi. Maka nantinya tidak dicampur ya tahanan narkotika dengan tahanan lain. Dan status pemilahan mana tahanan hukuman sedang, hukuman berat dan hukuman mati. Itu harus dipisah juga, supaya mereka nggak berkolaborasi," kata Budi Waseso di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/4/2017).

Buwas mengaku sebenarnya Presiden RI Joko Widodo sempat ingin merealisasikan rumah tahanan yang ada di pulau. Dia berpendapat rencana rumah tahanan yang ada di pulau sudah bisa direalisasikan. Menurutnya tinggal menentukan di pulau mana akan dibuat.

"Nanti bagaimana yang berat dimasukkan ke tahanan tersendiri dan hukuman mati. Penempatan di pulau-pulau itu luas," tutur Buwas.

Buwas menambahkan mengenai rumah tahanan tersebut tidak usah diberi fasilitas yang berlebihan. Bahkan kalau perlu diberi beberapa ekor buaya di sekitar rumah tahanan tersebut.

"Seperti misalkan pakai buaya. Jadi silahkan saja kalau mau melarikan diri berhadapan sama buaya. Masa kalau gara-gara penuh, ini diringankan. Kan berbahaya, tidak boleh seperti itu cara berfikirnya," tandasnya.
(ibh/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed