Amien Rais dan Alumni Aksi Bela Islam Sambangi Komnas HAM

Amien Rais dan Alumni Aksi Bela Islam Sambangi Komnas HAM

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Jumat, 28 Apr 2017 16:25 WIB
Amien Rais dan Alumni Aksi Bela Islam Sambangi Komnas HAM
Amien Rais dan alumni Aksi Bela Islam mendatangi kantor Komnas HAM. (Aditya F Indrawan/detikcom)
Jakarta - Amien Rais bersama alumni Aksi Bela Islam mendatangi kantor Komnas HAM di Jakarta Pusat. Mereka meminta Komnas HAM mengusut dugaan pelanggaran HAM yang dialami para ulama.

"Kami datang ingin mengadukan sesuatu dan meminta Komnas HAM untuk mengusut pelanggaran HAM yang terjadi kepada para ulama setelah Aksi Bela Islam 411, 212, dan 313," ujar Amien Rais di ruang pengaduan Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017).

Amien Rais, yang didampingi Ustaz Sambo, aktivis '98 Faisal Assegaf, dan aktivis buruh Egi Sujana, diterima oleh komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dan Hafid Abbas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami ingin meminta Komnas HAM untuk menyelidiki berbagai upaya pelanggaran HAM yang telah diterima para ulama setelah Aksi Bela Islam. Ini merupakan kriminalisasi bagi kami," ujar Ustaz Sambo.

"Kami berharap Komnas HAM menjadi benteng terakhir kami atas upaya intimidasi dan teror. Mau tidak mau kami akan menindaklanjutinya ke Komnas HAM internasional, karena artinya tidak ada lagi harapan di negeri ini," ucapnya.

Amien Rais dan alumni Aksi Bela Islam di kantor Komna HAM.Amien Rais dan alumni Aksi Bela Islam di kantor Komnas HAM. (Aditya F Indrawan/detikcom)


Ditambahkan Sambo, banyak bentuk pelanggaran, baik secara intimidasi maupun teror, yang diterima para ulama. Karena itu, mereka meminta Komnas HAM membentuk tim pencari fakta.

"Kami mendesak Komnas HAM untuk membentuk tim pencari fakta dan mencari tahu siapa aktor-aktor intelektual yang terlibat. Kalau perlu, kami akan menginap di sini untuk memberikan dukungan moril dan fakta-fakta yang diperlukan," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengaku akan berkoordinasi dengan komisioner lainnya untuk membentuk tim pencari fakta.

"Kami menerima penyampaian pikiran, pengaduan, dan pendapat para ulama untuk menindaklanjuti pelanggaran HAM yang terjadi kepada ulama. Kami juga akan berkoordinasi untuk segera membentuk tim pencari fakta tersebut," katanya. (adf/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads