"Tekad bagi kita mengajak semua elemen dalam masyarakat. Penyelenggara, tokoh adat, tokoh agama, tekadkan penyelenggaraan pilkada harus tertib. Kita bertekad kawal secara netral," ujar Boy di PTIK Jalan Tirtayasa Raya, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (28/4/2017).
Namun, Boy mengaku belum mendengar mengenai usulan Paulus jadi Cagub Papua 2018. Menurutnya, maju tidaknya di Pilgub, hal itu tergantung pada diri Paulus. Sedangkan di Polri sendiri ada mekanisme yang harus dihormati apabila ada anggota yang ikut dalam Pilkada.
"Kan itu hak Pak Paulus, ada mekanisme yang harus dipatuhi berkaitan status polri. Ada tahapan berhenti baru bisa ikut pilkada. Itu hak beliau, karena beliau putra daerah juga," tutur Boy.
Boy berhadap pilkada yang akan digelar nanti dapat berjalan dengan damai. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat membantu dalam menyukseskan Pilkada.
"Kita harap masyarakat kita tekadkan pemilu ini harus damai, jangan diselesaikan dengan kekerasan. Tokoh masyarakat, tokoh agama harus diajak," terangnya.
Baca juga: Golkar Calonkan Irjen Paulus Waterpauw Jadi Cagub di Pilgub Papua
Di tempat terpisah, Paulus mengaku belum tahu dirinya akan dicalonkan jadi Calon Gubernur Papua oleh Partai Golkar. Namun, dia mengatakan memang ada beberapa pihak yang memintanya untuk maju dalam pesta demokrasi di Papua.
"Saya belum tahu (dicalonkan). Harapan sudah banyak," kata Paulus.
Paulus kini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kapolda Papua, yang kini posisinya digantikan oleh Irjen Boy.
Sebelumnya diberitakan, Partai Golkar Papua ingin mencalonkan Irjen Paulus Waterpauw sebagai calon tunggal Gubernur Papua 2018-2023 dalam pertarungan Pemilihan Gubernur 2018 mendatang. Apabila berkenan, Kapolda Papua itu harus mengundurkan diri dari Polri saat mendaftarkan diri secara resmi di KPU.
Hal itu disampaikan oleh Plt Ketua DPD Golkar Papua Yorrys Raweyai kepada wartawan seusai acara Deklarasi Pencanangan Musda Partai Golkar di kantor Golkar Jayapura, Senin (10/4/2017).
Menurut Yorrys, Golkar tak akan membuka pendaftaran terkait posisi cagub Papua. Sebab, nama Irjen Paulus Waterpauw menjadi satu-satunya calon yang disiapkan partai berlambang beringin itu. Hanya saja, untuk posisi wagub, Golkar akan membuka pendaftaran, setelah itu dilakukan survei terhadap nama-nama yang sudah mendaftar sekaligus mendengar aspirasi dari DPD-DPD. (knv/idh)











































