"Sedang masih didalami. Tim sudah berangkat ke sana bergabung dengan aparat keamanan Filipina," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (28/4/2017).
Syafruddin menyebut pihaknya sudah melakukan investigasi terkait kasus ini. Tindakan-tindakan lain yang dianggap perlu nantinya harus dikoordinasikan antar kedua pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya militer Filipina menemukan paspor Indonesia saat melakukan serangan di markas kelompok Abu Sayyaf. Namun polisi belum bisa memastikan terkait penemuan paspor WNI itu berkaitan dengan tiga orang yang tewas dalam baku tembak.
Selain itu, dilansir CNN pada Minggu (24/4), tiga milisi Abu Sayyaf tewas dalam baku tembak dengan pasukan dengan pasukan bersenjata Filipina di Clarin Bohol. Tiga senjata api berhasil diamankan, seperti M16 dan senapan M14. (knv/fdn)











































