Hal ini disampaikan Kapolresta Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading berdasarkan kesepakatan sejumlah elemen masyarakat yang melakukan rapat di Wisma Tugu Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pagi tadi.
"Forum rapat menyatakan bahwa tidak semua warga Puncak menolak akan sistem one way, karena untuk saat ini belum adanya solusi lain yang terbaik dalam mengatasi kemacetan selain one way," kata Dicky dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (28/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan soal sistem satu arah (one way) Puncak, Jumat (28/4/2017) Foto: Istimewa |
Masyarakat juga menyerahkan sepenuhnya pengaturan lalu lintas di Jl Raya Puncak mulai dari Gadog sampai ke perbatasan Puncak Pass kepada aparat Satlantas Polres Bogor.
Menurut Dicky, para pengelola wisata juga mendukung sistem one way. Sebab selama ini Puncak sudah menjadi destinasi para wisatan untuk berlibur di akhir pekan yang tentunya dapat memberikan keuntungan tidak hanya kepada para pengusaha, tetapi juga masyarakat setempat.
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah lembaga pariwisata, pelaku pariwisata dan OKP, ormas se-Kecamatan Cisarua dan Megamendung.
Foto: Istimewa |
Penolakan sistem one way akan disuarakan Gerakan Masyarakat Puncak Bogor (GMPB) dala unjuk rasa di kawasan Puncak selepas salat Jumat . Massa yang hadir diperkirakan mencapai 2.000 orang.
Polres Bogor tidak memberikan izin kepada peserta aksi untuk melakukan aksi dalam rangka menolak one way tersebut. Sebab, aksi tersebut dinilai dapat menimbulkan kemacetan apalagi di akhir pekan ini Puncak menjadi tujuan para wisatawan. (mei/fdn)












































Pertemuan soal sistem satu arah (one way) Puncak, Jumat (28/4/2017) Foto: Istimewa
Foto: Istimewa