Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelumnya menjelaskan kemacetan parah di kawasan Pancoran merupakan imbas pembangunan proyek kereta rel ringan (LRT) dan jalan layang (flyover). Sebelum menjalankan dua pembangunan itu, konsultan proyek memberikan pilihan solusi kemacetan kepada Jokowi (saat masih menjabat Gubernur DKI) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Foto: Hasan Al Habshy/detikcom |
"Kita kan dikasih pilihan waktu itu. 'Kalau Bapak bangun sekaligus, macetnya 80 persen. Kalau Bapak pilih satu-satu, macetnya 30 persen, pilih dua, 50 persen. Kalau ini diurut satu kali bangun, dua kali, tiga kali bangun proyek, sepuluh tahun kendaraan tambah. Anda mau potong sekaligus apa tidak. Saya pilih potong sekaligus," kata Ahok, Kamis (13/4/2017).
Kemacetan di Pancoran. (Hasan Al Habshy) |
Pembangunan LRT dan flyover yang dijalankan bersamaan itu membuat badan jalan menyempit dari 12 menjadi 6 meter. Warga Jakarta harus bersabar terhadap kemacetan akibat pembangunan itu dalam waktu 2 tahun ke depan.
Foto: Hasan Al Habshy/detikcom |
Proyek pembangunan LRT menelan anggaran sebesar Rp 23,8 triliun. Shelter LRT Pancoran adalah bagian dari koridor awal Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 kilometer dan rute Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 kilometer. Pengerjaan LRT diperkirakan memakan waktu 3 tahun.
Foto: Hasan Al Habshy/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengurangi kemacetan, dilakukan sejumlah langkah, yakni membangun detour atau jalan alih darurat di atas lahan Wisma Dirgantara. Kemudian ada penambahan time period untuk traffic light Kuningan dari arah timur di pagi hari menjadi 180 detik.
Pada pagi hari juga tidak diberlakukan sistem ganjil-genap rute Semanggi-Kuningan dan sebaliknya. Solusi kemacetan selanjutnya adalah memberlakukan sistem buka-tutup off ramp Bukopin Pancoran (timur-barat) dan memaksimalkan jalur busway.
(nkn/tor)











































Foto: Hasan Al Habshy/detikcom
Kemacetan di Pancoran. (Hasan Al Habshy)
Foto: Hasan Al Habshy/detikcom
Foto: Hasan Al Habshy/detikcom