Suatu Ketika PD Harus Bisa Lepas dari Bayang-bayang SBY
Selasa, 26 Apr 2005 00:10 WIB
Manado - Partai Demokrat tidak bisa dilepaskan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tokoh yang membesarkannya. Namun pada masa mendatang Partao Demokrat harus bisa lepas dari bayang-bayang figur SBY.Masih dominannya figur SBY disampaikan oleh pendiri Partai Demokrat (PD) Vence Rumangkang. "Bagaimanapun juga ketergantungan kita pada Pak SBY sekarang masih sangat dibutuhkan," katanya kepada wartawan di Hotel Ritzy, Jl. Piere Tendean, Manado, Senin (25/4/2005). Dominannya figur tertentu ini bukan khas PD. Vence lalu mencontohkan beberapa tokoh yang sangat melekat pada partai-partai tertentu. Misalnya Bung Karno dengan PNI, Megawati dengan PDIP, Gus Dur dengan PKB, dan Golkar dengan Soeharto."Tapi semua itu akan melalui proses dan pasti pada waktu-waktu mendatang kita akan sanggup lepas dari bayang-bayang Pak SBY," ujar Vence.Menurut Vence, yang harus PD agar bisa lepas dari bayang-bayang SBY adalah dengan pengkaderan dan menunjukkan kontribusi yang nyata kepada rakyat. "Suksesnya Partai Demokrat tergantung pada suksesnya SBY memimpin negara ini. Partai Demokrat harus bisa lepas dari SBY dan pada suatu saat ini kita harus bisa mandiri."Berkaitan dengan pelaksanaan pilkada, Vince yakin PD akan mencapai target 50 persen untuk dapat meloloskan calonnya menjadi kepala daerah, baik itu gubernur maupun bupati/walikota. "Golkar memang menargetkan 70 persen. Tapi kita sebagai partai baru tidak muluk-muluk, 50 persen saja."
(gtp/)











































