Menyusuri Sungai Jalur Angkut Barang Bekasi-Tanjung Priok

Menyusuri Sungai Jalur Angkut Barang Bekasi-Tanjung Priok

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Kamis, 27 Apr 2017 20:47 WIB
Menyusuri Sungai Jalur Angkut Barang Bekasi-Tanjung Priok
Foto: Menhub menyusuri sungai CBL Kabupaten Bekasi/Istimewa
Kabupaten Bekasi - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merencanakan pengangkutan kontainer barang bermuatan menggunakan kapal tongkang. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan kontainer bermuatan yang menuju Jakarta akan diangkut melalui jalur laut.

Pantauan detikcom di Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL), Babelan, Bekasi Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/4/2017) sekitar pukul 17.00 WIB, Menhub dan rombongan menyusuri sungai yang akan menjadi jalur angkut muatan.

Menhub menyusuri sungai CBL Kabupaten Bekasi.Menhub menyusuri sungai CBL Kabupaten Bekasi. Foto: Istimewa


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungai CBL mempunyai lebar sekitar 20 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. Sungai CBL belum dilalui oleh kapal besar. Sedangkan Hulu sungai berbatasan langsung dengan laut teluk Jakarta.

Kondisinya banyak satwa seperti burung yang mencari makan di pinggir sungai. Namun, sampah banyak yang terlihat di pinggir maupun tengah sungai.

Menhub menyusuri sungai CBL Kabupaten Bekasi.Menhub menyusuri sungai CBL Kabupaten Bekasi. Foto: Cici/detikcom


Sebelumnya, Budi mengatakan pengangkutan kontainer muatan melalui sungai ini bagus karena tidak perlu ada maintenance di laut. Hal ini juga strategis karena mampu membuat konsolidasi dengan pelabuhan Tanjung Priok.

"Tapi ini sangat strategis, kita ini mendidik untuk truk-truk itu, jalan ini sudah padat, rusak, kita sediakan Roro, Jakarta-Surabaya Jakarta-Semarang, untuk jalan alternatif," kata Budi ketika di Jembatan Timbang Balonggandu, Karawang, Jawa Barat.

Menhub menyusuri sungai CBL Kabupaten Bekasi.Menhub menyusuri sungai CBL Kabupaten Bekasi. Foto: Cici/detikcom


"Sehingga ekonomi skill dari pada Priok tercapai, dan kita mencapai suatu titik perekonomian baru, yang bisa kompetitif yang di kompare dengan negara lain, akhirnya biaya logistik turun, kalau biaya logistik turun orang mau kesini, orang mau berinvestasi jadi ada suatu rangkaian pemikiran yang panjang," sambungnya. (idh/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads