detikNews
Senin 25 April 2005, 20:24 WIB

Kaum Miskin Gelar Konferensi Nasional Antipemiskinan

- detikNews
Jakarta - Seolah tak mau kalah dengan pejabat dan pemimpin negara, masyarakat kecil pun menggelar konferensi. Senin (25/4/2005) malam ini sekitar 150 orang dari berbagai komunitas masyarakat miskin menghadiri pembukaan Konferensi Nasional Antipemiskinan.Konferensi dibuka pada 20.00 WIB oleh ketua panitia bernama Rusdi Tagaroa dari Gerakan Antipemiskinan Rakyat (Gapri). Rencananya konferensi dibuka mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan anggota Komnas HAM MM Billah, namun keduanya tidak hadir.Konferensi yang digelar di Asrama Haji Pondokgede, Jakarta Timur, ini akan berlangsung hingga 27 April mendatang. Para peserta yang hadir mewakili lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, dan komunitas masyarakat miskin dari berbaga sektor, antara lain petani, buruh, nelayan, buruh migran, kaum miskin kota, dan perempuan. Peserta yang hadir sebagian besar adalah ibu dan anak-anak. Mereka yang sudah datang adalah warga miskin kota yang berasal dari Jakarta, seperti dari bantaran Kali Ciliwung. Warga miskin dari daerah baru datang mulai besok bersamaan dengan dimulainya forum diskusi.Selain pembukaan, acara malam ini juga diisi berbagai kesaksian dari para warga miskin. Mereka menceritakan bagaimana susahnya kehidupan mereka. Juga ada pemutaran film mengenai penggusuran dan nasib TKW.Konferensi ini dimaksudkan sebagai critical forum terhadap Poverty Summit yang direncanakan digelar kantor Menko Kesra dan World Bank pada 27 sampai 29 April. Ditengarai Proverty Summit tersebut tidak akan menyentuh persoalan-persoalan mendasar rakyat miskin dan menjadi ritual yang menghambur-hamburkan biaya.Konferensi akan memperbincangkan persoalan-persoalan mendasar mengenai kemiskinan. Antara lain dampak globalisasi, beban utang luar negeri, korupsi, migrasi tenaga kerja, feminisasi kemiskinan, infrastruktur, serta berbagai problema kemiskinan lainnya.Beberapa narasumber yang diundang, antara lain, Sumedi Andoyo dari Bappenas, Emmy Hafild dari Transparansi Indonesia, Ivan Hadar dari Infid, Teten Masduki (ICW), dan Suhardi Suryadi (LP3ES).Hasil akhir dari konerensi akan menjadi rekomendasi yang diserahkan kepada pemerintah untuk menyusun kebijakan antipemiskinan yang pro-rakyat miskin dan melibatkan rakyat miskin.


(gtp/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com