DetikNews
Kamis 27 April 2017, 19:39 WIB

Sidang Korupsi E-KTP

Olly Dondokambey Ditanya soal Rapat Setengah Kamar di DPR

Rina Atriana - detikNews
Olly Dondokambey Ditanya soal Rapat Setengah Kamar di DPR Olly Dondokambey (kanan) dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor. (Agung Pambudhy/detikcom)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Jakarta - Mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR ditanya istilah 'rapat setengah kamar' oleh jaksa penuntut kasus dugaan korupsi e-KTP. Menurut Olly, rapat setengah kamar adalah rapat untuk mendengarkan penjelasan dari pemerintah.

"Rapat setengah kamar itu penjelasan pemerintah kepada pimpinan komisi dan pimpinan Badan Anggaran. Tempatnya di ruang rapat pimpinan, tidak di mana-mana. Jadi, sebelum kita masuk ruang rapat besar, rapat di ruang pimpinan, supaya pimpinan rapat bisa mengarahkan," kata Olly saat bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Peserta rapat setengah kamar adalah perwakilan dari pemerintah, pimpinan Banggar, dan perwakilan Banggar dari masing-masing fraksi di DPR.

"Jadi penyampaikan pemerintah di situ, supaya kita bisa arahkan, bukan kesepakatan-kesepakatan apa, bukan," ujar Olly.

Selain itu, Olly ditanya mengenai istilah 'yang diberi tanpa bintang' dalam pengadaan di proyek e-KTP.

"Ada satu lagi istilah yang ingin saya tanyakan. Ada anggaran dalam paket e-KTP telah disetujui tapi masih diberi tanda bintang. Maksudnya apa?" tanya jaksa.

"Itu urusan pemerintah, bukan DPR. Saya kira bukan kewajiban saya untuk menjawab itu. Saya tidak tahu. Pemerintah yang punya kewenangan itu," jawab Olly.

Olly Dondokambey dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto disebut menerima duit e-KTP sebesar USD 1,2 juta. Dia pun sudah membantah hal tersebut.
(rna/fdn)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed