"(Saham bir) ini pengelolaan portofolio yang ada di DKI. Ini tidak strategis memiliki perusahaan yang mengelola miras, bir. Mungkin dana hasil investasinya ini tentunya dengan lelang terbuka dan lelang tentu dengan konsultasi. Dengan pemerintah mungkin Danareksa, maka akan mendapatkan rating tertinggi. Ini untuk kemaslahatan rakyat," kata Sandiaga di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).
Sandiaga mengatakan penjualan perusahaan milik Pemprov tersebut merupakan aspirasi dari warga saat dirinya berkampanye. Ia mengaku akan membuat tim transisi untuk memformulasikan cara menjual perusahaan tersebut.
"Ini sebagian dari aspirasi dari masyarakat yang telah kami kumpulkan selama kampanye dan tentunya nanti tim yang akan memformulasikan. Tapi nanti ini bukan suatu yang baru," katanya.
Sandiaga mengaku juga mendapatkan usul untuk menyertakan hasil penjualan saham bir untuk penyertaan modal pemerintah. Melalui penyertaan modal, menurut Sandiaga, masyarakat akan mendapatkan dampak yang lebuh positif.
"Tentunya akan bisa disertakan dalam penyertaan modal pemerintah dalam beberapa perusahaan infrastruktur. Hal tersebut akan memberikan akses kepada mereka," katanya. (fdu/imk)











































