DetikNews
Kamis 27 April 2017, 17:04 WIB

Sidang Korupsi E-KTP

Irvanto Hendra Jelaskan soal Hubungannya dengan Setya Novanto

Rina Atriana - detikNews
Irvanto Hendra Jelaskan soal Hubungannya dengan Setya Novanto Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo (Audrey Santoso/detikcom)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Jakarta - Eks Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo bercerita mengenai hubungannya dengan Setya Novanto. Menurut Irvanto, Novanto merupakan pamannya.

"Kenal Pak, dia paman saya, om saya," kata Irvanto saat bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Menurut Irvanto, hubungan darah dengan Novanto tersambung dari ibunya. Saat ditanya mengenai pertemuan dengan Novanto di Equity Tower, Irvanto mengaku tidak pernah bertemu.

"Di Equity tidak pernah," ujar Irvanto.

Sempat disebutkan sebelumnya ada pertemuan di kantor Setya Novanto di Equity Tower pada Januari 2011. Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Setya Novanto, Andi Narogong, Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos, Chairuman Harahap, dan Irvanto.

Irvanto juga menyatakan mengenal Andi Narogong, yang bernama asli Andi Agustinus. Dia mengenal Andi sejak SMA karena Andi merupakan kakak Vidi Gunawan.

Dia juga mengaku mengenal Johannes Marliem, provider produk Automated Fingerprint Identification System (AFIS) merek L-1.

"Saya dikenalkan teman saya urusan jam tangan," tutur Irvanto.

"Kapan bertemu langsung bertiga (Novanto, Johannes, Andi)?" tanya jaksa.

"Tidak pernah Pak," jawab Irvanto.

Perusahaan Irvanto, PT Murakabi Sejahtera, sempat bergabung dalam salah satu konsorsium yang ikut ambil bagian di lelang proyek e-KTP. Hanya, konsorsium Murakabi kalah oleh PNRI, yang keluar sebagai pemenang tender.

"Setelah kalah tetap berhubungan dengan orang yang terlibat di e-KTP?" tanya jaksa.

"Pada saat saya kalah, kita langsung ke luar. Tidak bersentuhan lagi, kebetulan Murakabi memegang 4 pekerjaan saat situ," ujar Irvanto.

Dalam surat dakwaan, jaksa pada KPK menyebut proses pelelangan e-KTP diarahkan guna memenangkan konsorsium PNRI dengan membentuk konsorsium Astragrapha dan konsorsium Murakabi Sejahtera sebagai peserta pendamping. Pembahasan ini dilakukan oleh tim Fatmawati bentukan Andi Narogong.

Selain itu, dilakukan pemecahan tiga tim dengan tujuan agar seluruh anggota tim Fatmawati bisa menjadi peserta lelang untuk memenuhi minimal peserta lelang sebanyak 3 peserta.

Tim ini juga mensinkronkan produk-produk tertentu untuk kepentingan e-KTP, yang kemudian digunakan menjadi dasar dalam penetapan spesifikasi teknis. Tim ini juga membuat harga pasar yang dinaikkan sehingga lebih mahal daripada harga sepenuhnya.
(rna/fdn)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed