Petugas Kolam Renang Gelora BK Mendengar 7 Kali Tembakan
Senin, 25 Apr 2005 18:55 WIB
Jakarta - Tidak mudah menelisik kasus penembakan yang dilakukan Praka Bachtiar Chaniago yang mengakibatkan tewasnya Lettu Sri Tigo Kencono. Hampir semua anggota TNI yang ditemui di sekitar lokasi kejadian penembakan kebanyakan tutup mulut. Jika ada satu atau dua orang yang mau diajak ngobrol, komandan atau atasannya mendekati dan mengusir wartawan agar tidak mewancarai anak buahnya. "Tanya saja ke Kapendam. Jangan tanya kami. Silahkan keluar dan tanya saja ke sana," ujar salah seorang komandan di kolam renang Gelora Bung Karno. Setelah mencari banyak sumber yang bisa menjelaskan seputar kejadian anggota TNI yang tembak rekan-rekannya pada Minggu sore (24/4/2005), akhirnya ketemu juga.Puji salah seorang petugas kolam renang Gelora Bung Karno, Senayan mengaku berada di tempat kejadian sewaktu terjadi penembakan tersebut."Saya mendengar tembakan pertama saat naik tangga kolam renang menuju balkon atas. Tiba-tiba saja terdengar bunyi tarr..., kemudian terdengar suara teriakan.. tiaraaapp!!!," tutur Puji saat ditemui detikcom di komplek kolam renang Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (25/4/2005). Puji pun langsung sembunyi di balik tangga. Setelah itu, ia melihat anggota TNI langsung tiarap juga. Beberapa saat kemudian terdengar lagi bunyi tembakan. Tar..tar..tar.... Saya menghitung setidaknya 6 tembakan. Kemudian Puji mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong cukup keras. Beberapa anggota TNI berlarian dan setelah itu pelaku dibekuk dan dihajar. "Pas saya keluar dan mendekati tenda, sudah ada beberapa anggota TNI yang menggotong Lettu Sri Tigo Kencono. Saya sempat ikut nggotong sampai di pelataran halaman," ujar Puji.Saat digotong, Sri Tigo sudah tampak lemas. Sementara tiga orang lainnya yang luka masih bisa berjalan dengan dipapah.Kejadian sekitar pukul 18.15 Wib. Dan sekitar pukul 18.30 Wib korban dibawa ke Ambulan. "Waktu itu teman-temannya mencoba melakukan penyelamatan, dengan memberikan pernapasan bantuan, ada yang memgangkat kepalanya agar tetap di atas dan usaha lainnya sambil menunggu datangnya mobil ambulan," ujarnya.Saat itu, pintu pagar keluar langsung di tutup. Sehingga orang dari luar tidak bisa masuk dan mengetahui peristiwa yang di dalam komplek kolam renang Gelora Bung Karno. Sementara, di dalam kolam renang sudah tidak ada kegiatan lagi.Setelah kejadian, semua anggota TNI di kumpulkan. Jika sebelumnya sempat memasang tenda di sebelah kanan kolam renang, malam itu juga di copot. Ketika ditanya apakah sebelumnya terdengar ada keributan, Puji mengaku tidak mendengar apa-apa. "Malam itu sepi, saya tidak mendengar keributan. Tiba-tiba saja ada bunyi tar....," ujar Puji.Di lokasi tersebut, ditempati Detasemen Rudal 003 Cikupa Tangerang. Mereka membuat tenda di komplek kolam renang, yang berjarak hanya sekitar 300 meter dengan lokasi diselenggarakannya KAA, yakni di JCC Senayan Jakarta.
(jon/)











































