"Yang bilang seperti itu alasannya apa? Itu kan suudzon ya, ya settingan bagaimana tanyakan pada yang ngirim apakah disuruh begitu ya, disetting bagaimana?" kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Djarot, karangan bunga ini berkaitan dengan isi hati dan perasaan warga sehingga tidak mungkin dirinya bisa mengatur perasaan dan hati warga dari berbagai daerah untuk mengirimkan bunga ke Balai Kota.
"Bagaimana kamu bisa men-setting hatinya orang? Bagaimana kamu bisa men-setting perasaan orang, bagaimana kamu bisa men-setting kebenaran dan nurani orang?" ujar dia.
"Jadi marilah kita berpikir positif," imbau Djarot.
Apabila benar ada rekayasa, Djarot menantang agar pihak-pihak ini bisa memberikan bukti konkret. Karena, lanjut dia, tidak mungkin bisa men-setting warga untuk berbondong-bondong datang ke Balai Kota, apalagi warga yang datang dengan berurai airmata.
"Kalau di-setting tunjukkan pada saya bagaimana caranya men-setting orang sekian banyak yang bersedih dan menangis. Bagaimana caranya? Jangan begitu lah kita harus rasional juga ya," kata Djarot.
(aan/fdn)











































