DetikNews
Kamis 27 April 2017, 14:22 WIB

Mengenal Cantrang, Penangkap Ikan yang Bikin Susi Dipanggil Jokowi

Fajar Pratama - detikNews
Mengenal Cantrang, Penangkap Ikan yang Bikin Susi Dipanggil Jokowi Foto: Jaring cantrang (kkp.go.id)
Jakarta - Gara-gara aturan larangan penggunaan cantrang, Menteri KKP Susi Pudjisastuti akan dipanggil Presiden Jokowi. Seperti apa sebetulnya alat ini? Berikut profilnya.

Larangan penggunaan cantrang itu tertuang dalam surat Edaran Nomor: 72/MEN-KP/II/2016, tentang Pembatasan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Cantrang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Indonesia (WPPNRI).

Di sisi lain, KKP telah mengundangkan Permen Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di WPPNRI. Alasan dari penerapan aturan ini adalah alat tangkap tersebut termasuk dalam alat tangkap yang dapat merusak habitat ikan.

Dalam surat itu disebutkan, nelayan wajib mengganti cantrang dengan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan demi kelangsungan sumberdaya ikan.

Mengenal Cantrang, Penangkap Ikan yang Bikin Susi Dipanggil JokowiFoto: Jaring cantrang (kkp.go.id)
Lalu seperti apa cantrang itu?Alat tangkap cantrang dalam pengertian umum digolongkan pada kelompok Danish Seine yang terdapat di Eropa dan beberapa di Amerika. Dilihat dari bentuknya alat tangkap tersebut menyerupai payang tetapi ukurannya lebih kecil.

Cantrang merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan yang dilengkapi dua tali penarik yang cukup panjang yang dikaitkan pada ujung sayap jaring. Bagian utama dari alat tangkap ini terdiri dari kantong, badan, sayap atau kaki, mulut jaring, tali penarik (warp), pelampung dam pemberat.

Subani, W dan H.R. Barus, 1989 dalam buku Alat Penangkapan Ikan Dan Udang Laut Di Indonesia menyebutkan alat cantrang ini digunakan untuk menjaring ikan jenis demersal. Ikan demersal merupakan ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan danau (zona demersal). Lingkungan mereka pada umumnya berupa lumpur, pasir, dan bebatuan, jarang sekali terdapat terumbu karang.

Susi melarang penggunaan cantrang ini untuk melindungi lingkungan. Cantrang diyakini akan menjaring seluruh ikan, dari ukuran besar sampai yang masih sangat kecil. Susi sampai menyebut apabila penggunaan cantrang tidak dibatasi, maka kekayaan laut Indonesia bisa hilang.

"Kita mau atur saja susah banyak yang komplain. Kalau nggak dibatasi, kekayaan laut kita akan musnah," ujar Susi pada Maret 2015 silam,

Susi memberi gambaran, musnahnya kekayaan alam akibat dikeruk terus-menerus tanpa batas terjadi di luat Timur Tengah. Laut Timur Tengah, kini hampir sudah tidak ada lagi hasil ikan yang bisa didapat nelayan. Itu terjadi akibat eksploitasi secara besar-besaran terhadap sumber ikan. Susi tak mau, Indonesia mengalami hal serupa.

"Kalau sudah kayak Middle East (Timur Tengah) orang sadar, dulu di sama banyak ikannya, dulu laut yang luar biasa subur tapi sekarang berenang 2-4 mil ketemu ikan, itu sudah bagus, sekarang namanya death water, nothing, apa Indonesia mau seperti di sana, apa mau kekayaan laut kita dibiarkan saja diambil terus-menerus tanpa batas?" tanya Susi dengan nada tinggi.

Susi menambahkan, kebijakannya untuk memberikan kesejahteraan kepada para nelayan agar bisa mendapatkan mata pencaharian dalam jangka panjang, bukan hanya untuk 5-10 tahun.

"Kita tinggal maunya apa? Apa mau rezeki berkelanjutan atau habis 5 tahun selesai? Nelayan pesisir ini di Indonesia paling tidak ada 5 juta, apa mau bertani yang wilayahnya makin habis jadi gedung beton. Kalau semua dibiarin habislah laut kita," tutur Susi.
(fjp/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed