PDIP Segera Pecat Roy BB Janis Cs

PDIP Segera Pecat Roy BB Janis Cs

- detikNews
Senin, 25 Apr 2005 18:11 WIB
Jakarta - Setelah sempat berlarut-larut, DPP PDIP akhirnya memutuskan untuk memecat sejumlah anggotanya yang mendirikan Gerakan Pembaruan (GP) PDIP. Salah satu yang dipecat yakni Roy BB Janis, Ketua Pelaksana Harian Pimpinan Kolektif Nasional Gerakan Pembaruan PDIP. Wakil Sekjen PDIP Agnita Singadikane mengatakan, DPP telah menyiapkan surat keputusan terhadap anggota yang bergabung dalam GP PDIP. Keputusan tersebut baru akan dikeluarkan minggu depan. "Sebagian besar yang akan dipecat adalah para tokoh pelopor dari GP karena selama ini DPP PDIP sudah memberikan tenggang waktu 2 minggu bahkan sudah lewat. Namun para tokoh pelopor justru melakukan perlwanan," jelas Agnita.Hal itu disampaikan Agnita kepada wartawan di kantor DPP PDIP, Jl. Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (25/4/2005). Saat itu Aginita usai menerima perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Pengurus Ranting (PR) PDIP se-Jakarta Barat.Ditanya apakah Roy BB Janis termasuk orang yang dipecat, Agnita membenarkan. Saat didesak data lengkap nama-nama yang dipecat Agnita menolak membeberkan. Namun dia memastikan Kwik Kian Gie yang juga menjadi motor GP PDIP tidak akan dipecat. "Sesuai dengan kesepakatan pengurus DPP, nama-nama itu akan disebutkan setelah surat keputusan itu keluar. Insya Allah minggu depan. Surat akan dikirim langsung kepada anggota yang bersangkutan," ujar Agnita. Tentang alasan Kwik tidak dipecat, Agnita menyatakan karena ia dinilai tidak melakukan tindakan indisipliner. Mega memahami sikap Kwik yang ikut mempelopori GP PDIP. Tindakan Kwik dinilai hanya melakukan peringatan dan tidak menentang DPP. Ditambahkan Agnita, pemecatan merupakan tindakan tegas DPP agar masalah GP PDIP tidak menjalar ke massa PDIP di bawah. "Bila dibiarkan masalah ini akan turun ke bawah. Kalau kita tidak mempunyai ketegasan maka dikhawatirkan kader di bawah akan meragukan kepemimpinan Ibu Mega," jelasnya. Agnita membantah keputusan DPP molor dari waktu yang ditetapkan akibat adanya tarik ulur di kalangan DPP sendiri. Seperti diketahui, sebelumnya keputusan akan disampaikan 19 April 2005. Sanksi terhadap GP PDIP itu memakan waktu lama karena sikap hati-hati Mega. "Ibu Mega snagat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Itu dirapatkan, didiskusikan, dibicarakan," demikian Agnita. (iy/)


Berita Terkait