Ahok mengatakan hal tersebut saat membuka acara Rakerda Dinas Permberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 di Balai Kota. Saat pidato pembukaan, Ahok bercerita bahwa ada kekhawatiran dari Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta, Dien Emmawati, soal dana untuk PKK saat Ahok tidak lagi di Balai Kota.
"Pertanyaannya kalau Bapak nggak di sini lagi bagaimana," kata Ahok menirukan pertanyaan Dien padanya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok berjanji akan tetap membantu warga miskin di Jakarta dengan uangnya sendiri. Bahkan, Ahok mengatakan Dien tinggal berkomunikasi lewat Whatsapp dengan dirinya bila ada kebutuhan yang mendesak saat dia tidak lagi di Balai Kota.
"Kalau mendesak bagaimana, misalnya untuk bedah rumah, butuh tongkat, butuh alat dengar. Saya bilang Ibu (Dien) kan ada Whatsapp saya. Kalau ada apa-apa Whatsapp saya saja, selama rejeki masih ada saya keluarin saja," ucap Ahok.
Selain itu, Ahok juga sudah menginstruksikan Dinas Perumahan DKI untuk mengeluarkan Pergub baru. Pergub tersebut berisikan soal jaminan bagi lansia miskin yang tinggal di rusun, maka semua biaya akan digratiskan.
"Saya juga minta Dinas Perumahan keluarkan Pergub, semua lansia nggak mampu yang tinggal dirusun harus gratis. Harus dibuat Pergubnya. Semua kita rawat dengan baik," tutur Ahok. (bis/aan)
