Fit and proper test berlangsung sejak tanggal 25 sampai 26 April 2017 di gedung DPR, Senayan, Jakarta. Sepuluh nama tersebut sebelumnya disodorkan panitia seleksi (pansel) kepada Komisi VIII DPR.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
Setelah menggelar fit and proper test, Komisi VIII DPR menggelar rapat internal untuk memutuskan lima anggota Dewan Pengawas BPKH terpilih. Proses pemilihan menggunakan metode musyawarah dengan menampung suara setiap fraksi yang ada di Komisi VIII DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali memastikan kelima nama yang lolos mewakili berbagai golongan. Golongan tersebut di antaranya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga kalangan profesional.
"Sudah mewakili, ada unsur NU, Muhammadiyah, kaum profesional, MUI, macam-macam. Kami tidak melihat itu, tapi kebetulan lima nama itu yang muncul," kata Ali.
Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher (Andhika Prasetia/detikcom) |
Nama-nama yang lolos sebagai anggota Dewan Pengawas BPKH akan dibacakan pada sidang paripurna hari Kamis (27/4). Rencananya pembacaan anggota Dewan Pengawas BPKH akan dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
"Besok baru kami ajukan ke paripurna untuk pembicaraan tahap kedua. Sepuluh nama yang ikut seleksi ini sebelumnya berasal dari Presiden melalui pansel, kemudian DPR memilih. Kemudian pimpinan DPR ke Presiden," ujar Ali.
Ali berharap lima anggota Dewan Pengawas BPKH dapat memberikan arah investasi kepada calon jemaah haji.
"Saya memiliki harapan besar bahwa penyelenggaraan ibadah haji terjadi efisiensi dan mempermudah pelayanan peningkatan. Jangka pendek, mereka harus bisa memberikan arah untuk investasi karena menyangkut dana umat yang tidak sedikit," jelas Ali.
Kelima nama yang lolos sebagai anggota Dewan Pengawas BPKH adalah:
1. KH. Masryudi Suhud (dipilih 10 fraksi)
2. Suhaji Lestiadi (dipilih 10 fraksi)
3. Yuslam Fauzi (dipilih 10 fraksi)
4. M. Akhyar Adnan (dipilih 6 fraksi)
5. Abd. Hamid Paddu (dipilih 5 fraksi)
(dkp/fdn)












































Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher (Andhika Prasetia/detikcom)