"Baru seminggu, semuanya lagi dilihat. Jadi kita semuanya terbuka, kita tidak mau terburu-buru menyatakan akan mengubah, mengganti, kami ingin prudent," ujar Anies di kediamannya, Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).
Anies mengatakan amanah yang dijalankan sebagai gubernur tidak sederhana. Setiap langkah memiliki konsekuensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mau tonton video terbaru dan asyik lainnya?
Anies mencontohkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dijalankan berdasarkan pergub. Jika KJP Plus miliknya hendak dijalankan, ia harus mengeluarkan pergub.
"Kalau KJP sekarang jelas untuk yang bersekolah saja, kalau diberikan kepada anak di luar sekolah, harus diganti. Tapi kita nggak mau buru-buru. Ini makanya harus prudent, karena setiap program pasti akan melakukan perubahan pada anggaran kalau kita persiapkan anggarannya," imbuhnya.
Jika anggaran dari program kerja yang dijanjikannya saat kampanye belum ada, program tersebut belum bisa dijalankan. "Makanya saya mau prudent, ada waktu yang cukup sampai Oktober. Tapi kita ingin sebelum Oktober keluar daftarnya," pungkasnya. (nvl/imk)











































