Kapolda Beberkan Upaya untuk Ungkap Teror Novel Baswedan

Kapolda Beberkan Upaya untuk Ungkap Teror Novel Baswedan

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 26 Apr 2017 19:23 WIB
Kapolda Beberkan Upaya untuk Ungkap Teror Novel Baswedan
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Sudah 15 hari berlalu, namun pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan belum bisa ditangkap tim Polda Metro Jaya. Polisi sudah melakukan berbagai upaya untuk melacak jejak pelaku.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menjelaskan pihaknya telah menganalisis foto-foto dari warga yang dicurigai sebagai pelaku. Dua orang yang dicurigai dalam foto itu juga sudah ditangkap, tetapi bukan pelakunya.

"Dua orang yang ditangkap tersebut berkaitan dengan salah satu cepu atau mata-mata dari pada Unit Ranmor. Kita curigai, kita sudah dapat foto itu lama, ternyata tidak ada kaitannya," terang Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iriawan menjelaskan posisi dua orang--yang sempat ditangkap dan kemudian dilepaskan lagi karena tidak terbukti--itu berdasarkan hasil analisis foto-foto.

"Dia orang pertama yang duduk di motor dan satu orang yang di dekat rumah yang bersangkutan, itu saya sudah dapat lama dan itu kita identifikasi. Sehingga kita ambil dua orang itu, tapi ternyata bukan pelakunya," terang Iriawan.

Selain menganalisis foto, polisi memeriksa rekaman CCTV di kompleks perumahan Novel di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun lagi-lagi, petunjuk yang didapat dari rekaman CCTV juga sangat minim.

"Beberapa CCTV yang kita dapat juga sedang kita cek terus," ujar jenderal polisi yang akrab disapa Iwan Bule ini.

Rekaman CCTV tidak bisa menangkap pelat nomor motor pelaku karena laju motor begitu cepat. Pelaku diduga sudah punya gambaran matang soal situasi di sekitar lokasi.

"Karena memang begitu cepat dan pelaku sudah betul-betul menggambar situasi yang ada, sehingga waktu di CCTV yang ada itu cepat sekali motor itu lewat dan dia tahu ke mana larinya," papar Iriawan.

Kunjungi 20detik untuk dapatkan video keren lainnya


Bahkan rekaman CCTV itu telah dicek silang kepada 16 saksi. "CCTV ada beberapa gambar yang lewat pakai topi juga ada, tapi kita konfirmasi ke 16 saksi tidak bisa menunjuk pasti, apalagi (ke) dua orang yang kita tangkap kemarin, karena tidak ada barang bukti," tutur Iriawan.

Di samping itu, tim telah mengecek ke sejumlah toko kimia untuk melacak jejak para pelaku. "Tim sedang bekerja, termasuk mengecek di mana yang bersangkutan (pelaku) mendapatkan cairan tersebut. H2SO4 itu kan tokonya banyak di Jakarta yang menjual itu. Kita tidak bisa mendeteksi satu per satu," beber Iriawan.

Iriawan menegaskan, timnya terus bekerja untuk menangkap pelakunya. Timnya bekerja semaksimal mungkin.

"Kita juga sebagai kepolisian ingin secepatnya ungkap kasus ini, karena itu jadi utang bagi saya kalau tidak terungkap. Oleh sebab itu, saya bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini," tegas Iriawan. (mei/fdn)


Berita Terkait