"Pokoknya Polri sudah all out," kata Syafruddin saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/4/2017).
Syafruddin mengatakan, saat ini sudah ada tim khusus yang dibentuk untuk mengusut kasus tersebut. Karena itu, dia menilai tidak sulit untuk mengungkap kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, terkait dengan penilaian lamanya pengungkapan kasus ini, Syafruddin menilai hal itu karena proses investigasi.
"Namanya juga investigasi, ya," katanya.
Namun Syafruddin tak menjelaskan hasil investigasi yang sudah dilakukan pihaknya. Dia hanya menegaskan pihaknya sudah berhasil melakukan penelusuran pelaku untuk kasus ini.
"Bisa, sudah (ditelusuri, red)," katanya. "Detailnya tanya Kapolda Metro, tidak bisa teknis lapor ke kami. Nanti bocor," katanya.
Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Selasa (11/4). Kejadian terjadi tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito T, Kelapa Gading, Jakut.
Akibat siraman air keras, Novel langsung mendapat perawatan hingga akhirnya diberangkatkan ke RS Singapura. Dia sudah menjalani rangkaian perawatan di Singapura sejak Rabu, 12 April 2017, dan kondisinya terus membaik. (jor/fdn)











































