Gerakan Pembaruan PDIP Ditantang Bentuk Partai Baru
Senin, 25 Apr 2005 16:38 WIB
Jakarta - Ketimbang bertahan tapi tidak ditanggapi, Gerakan Pembaruan ditantang untuk meninggalkan PDIP dan membentuk partai baru. Berani terima tantangan?"Saya heran kenapa Gerakan Pembaruan tetap ingin bertahan di PDIP. Lebih baik membentuk partai baru saja. Siapa yang lebih didukung rakyat, silakan bertarung dalam Pemilu nanti," ujar pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris.Hal itu disampaikan dia di sela-sela seminar Pimpinan Kolektif Nasional Gerakan Pembaruan PDIP di Hotel Atlet Century Park Senayan Jakarta Pusat, Senin (25/4/2005)."Setiap perjuangan kan ada risikonya. Karena saya melihat tidak ada peluang rekonsiliasi antara mereka. Saya pikir tokoh yang menentang pengurus pusat itu juga bukan yang kecil," kata Haris.Menurut dia, mereka cukup potensial untuk membuat partai besar. Meski demikian memang sikap elit partai yang selalu mengecam adanya perbedaan pendapat merupakan langkah mundur dari demokrasi. Hal itu berdampak pada konsolidasi internal partai."Ini sama sekali tidak menguntungkan PDIP. Mestinya perbedaan yang ada dibiarkan saja. Karena kalau sudah seperti ini, yang ada hanya citra negatif di mata publik," ujarnya. "Hal yang sama juga saya usulkan agar penentang kubu Muhaimin Iskandar di PKB juga membentuk partai baru. Buat saja parpol berbasis NU untuk menyaingi PKB," tukas Haris.
(sss/)











































