Kapolda: Saya Marah Kenapa Novel Baswedan Tak Mau Dikawal

Kapolda: Saya Marah Kenapa Novel Baswedan Tak Mau Dikawal

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 26 Apr 2017 16:21 WIB
Kapolda: Saya Marah Kenapa Novel Baswedan Tak Mau Dikawal
Novel Baswedan/Foto: Istimewa
Jakarta - Sebelum ada insiden teror penyiraman air keras, Polda Metro Jaya sudah memberikan pengawalan kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Namun Novel memulangkan pengawal dari kepolisian tersebut.

"Pada saat itu (kejadian) memang saya tanyakan ke yang bersangkutan (Novel), sedang tidak dapat pengawalan. Padahal kita sudah memberikan pengawalan itu," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Kapolda juga sempat menanyakan pengawalan tersebut. Tapi Novel memutuskan tidak menggunakan pengawalan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut yang bersangkutan (Novel) pengawalnya disuruh pulang karena yang bersangkutan 'enggak enak lah saya seperti saya paranoid saya'," kata Iriawan.

Iriawan mengatakan, pihaknya memberikan pengawalan kepada Novel mengingat Novel tengah menangani sejumlah kasus besar di KPK. Karena itu Iriawan sudah mengingatkan Novel untuk mendapatkan pengawalan.

"Saya bilang (ke Novel) kenapa (memulangkan pengawal), kan sudah saya sampaikan bahwa yang bersangkutan sedang menangani beberapa kasus besar sehingga sangat wajarlah kalau dikawal," imbuhnya.

"Makanya waktu pertama kali telepon yang bersangkutan jam 6 pagi, saya marah itu jam 7. Kenapa saya sudah atensi untuk dikawal tidak mau dikawal. Kemudian saya datang ke rumah sakit pun mengatakan demikian," kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Kapolda pun sangat menyesalkan 'penolakan' pengawalan oleh Novel tersebut. Pada saat disiram air keras, Novel tidak mendapat pengawalan polisi.

Menurut Iriawan, andai saja Novel tetap dikawal, kejadian tersebut dapat dicegah. "Sehingga analisa kita itu akan ada (teror) ke sana. Kalau dijaga tempo hari itu akan bisa minimal mengurungkan niatnya (pelaku), karena anggota yang berjaga di rumah Novel itu bersenjata," pungkas Iriawan. (mei/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini