Polisi dan Dinkes DKI Geledah Klinik Zam-Zam di Condet

Polisi dan Dinkes DKI Geledah Klinik Zam-Zam di Condet

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 26 Apr 2017 15:26 WIB
Polisi dan Dinkes DKI Geledah Klinik Zam-Zam di Condet
Foto: Polisi dan Dinkes DKI Geledah Klinik Zam-Zam di Condet (Ibnu-detikcom)
Jakarta - Polisi bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta lakukan sidak di sebuah klinik pengobatan di Jakarta Timur. Penggeledahan tersebut terkait ada dugaan klinik tersebut dengan penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Pantauan detikcom sekitar pukul 14.15 WIB terlihat 4 mobil datang ke Klinik Zam-Zam Medical, di Jl Condet Raya, Jakarta Timur, Rabu (25/4/2017). Terlihat petugas dengan memakai baju berkerah bertuliskan 'Polisi' keluar dari mobil tersebut. Selain itu juga terlihat beberapa petugas berseragam Dinas Kesehatan.

Kemudian para petugas tersebut mulai masuk ke semua ruangan yang ada di dalam klinik. Mereka menanyakan berbagai pertanyaan dan meminta berbagai data terkait beberapa aturan menjalankan sebuah praktek pengobatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tolong saya minta data rekam medisnya. Gini aja saya minta contoh rekam medis yang kosong," tanya petugas Dinas Kesehatan kepada pegawai klinik.

"Terus kalau ini masuk harus ada nama klinik apa, terus jam praktek dokternya jam berapa aja," lanjutnya.

Polisi dan Dinkes DKI Geledah Klinik Zam-Zam di CondetFoto: Polisi dan Dinkes DKI Geledah Klinik Zam-Zam di Condet (Ibnu-detikcom)


Sementara itu Kasubnit Tindak Pidana Perdagangan Orang Bareskrim Polri AKP Langgeng mengatakan penggeledahan ini terkait adanya temuan korban TKI ilegal yang mengaku diperiksa di sini. Korban melakukan pemeriksaan di klinik tersebut pada bulan Oktober 2016.

"Korban mengaku diperiksa di sini pada bulan Oktober 2016," katanya.

Dia mengatakan korban tersebut di kirim ke Damaskus, Suriah. Sementara itu saat ini pengiriman TKI ke Kawasan Timur Tengah tengah ditutup.

"Kita mau lihat apakah ada terkait katakan jaringan perdagangan orang pengirim TKI ilegal ke Suriah ini ada kerja sama dengan klinik Zam-Zam ini," ujarnya. (ibh/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads