"Tampaknya arahnya seperti itu, jadi tinggal tambahan-tambahan partai lain. Tapi format besarnya Gerindra-PKS. Di Jabar dan di tempat-tempat lain kita hampir pasti Gerindra dan PKS. Tinggal menunggu kombinasi tambahan dari partai lain," ujar Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).
Khusus Pilgub Jabar 2018, misalnya, Gerindra mengatakan akan berkoalisi dengan PKS. Tetapi tidak tertutup kemungkinan partai lain, seperti PAN, akan bergabung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melirik dari sejarah, koalisi antara Gerindra dan PKS sudah terjalin sejak Pilpres 2014. Saat itu, Gerindra, PKS, PBB, PPP, PAN, dan Golkar, yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP), mendukung Prabowo Subianto-Hatta Radjasa sebagai pasangan Pilpres 2014.
Tapi, lama-kelamaan, koalisi tersebut mulai pecah. PPP, PAN, dan Golkar menyatakan keluar dari KMP. Kini hanya Gerindra dan PKS yang tersisa sebagai partai oposisi.
Koalisi Gerindra-PKS tetap bertahan dalam sejumlah pilkada. Salah satunya Pilgub Aceh dengan mendukung Muzakir Mana-TA Khalid, Pilgub Banten dengan mendukung Wahidin Halim-Andika Azrumy, hingga Pilgub DKI Jakarta dengan mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (dkp/imk)











































