Anggota pengacara yang juga adik Ahok, Fifi Lety Indra menyebut masuknya kisah Nemo dalam pleidoi murni berasal dari Ahok.
Hal ini dikaitkan dengan lokasi kejadian kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok yakni di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ikan dan laut, menurut Fifi menjadi bagian yang erat dengan Ahok sehingga memasukkan unsur tersebut ke dalam pleidoi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan kejadiannya di Kepulauan Seribu, Pulau Seribu kan tentang budidaya ikan kerapu. Jadi dimulai dengan ikan, diakhiri dengan ikan," kata Fifi di gedung Priamanaya Energi, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).
Cerita ini berawal dari kunjungan anak-anak TK yang menanyai Ahok soal perilakunya yang keras. Ahok pun terinspirasi dengan kisah Nemo. Dia menceritakan tentang Nemo yang gigih dan keras kepala.
Akhirnya, kisah Nemo pula yang menginspirasi Ahok untuk menjelaskan tentang dirinya selama menjadi gubernur DKI dalam sidang, Selasa (25/4).
"Cerita Nemo ini memang kisah yang terjadi di Balai Kota ketika bapak dikunjungi anak-anak TK dan anak-anak TK itu pikirannya sangat sederhana. Seperti Bapak sudah jelaskan mereka lah yang bertanya kenapa Pak Ahok selalu melawan arus, kenapa berani semua orang dilawan. Bagaimana bapak menjawabnya pasti bingung menjelaskan pertanyaan anak TK yang kedengarannya sederhana tapi membutuhkan jawaban kompleks. Maka bapak punya ide tentang Nemo itu tadi," jelas Fifi.
Tim pengacara Ahok termasuk Fifi Lety Indra (putih) memberikan keterangan pers, Rabu (26/4/2017). Foto: Nathania Riris Michico-detikcom |
"Karena ada yang beredar macam-macam versi perlu dijelaskan pleidoi Bapak sebenarnya ini cuma 5 halaman dan ditandatangan, supaya tidak ada kesimpangsiuran apa yang Bapak baca dan apa yang Bapak buat," ujarnya.
Fifi mengatakan dalam pleidoi yang berjudul "Tetap Melayani Walau Difitnah", cerita Nemo menjadi penggambaran sederhana dari isi hati Ahok selama memerintah di Balai Kota.
"Jadi cerita Nemo sangat sederhana yaitu Bapak tetap melayani meski difitnah," imbuh dia.
Ahok dalam dalam pleidoi menggambarkan kinerjanya sebagai gubernur DKI dengan cerita kisah Nemo. Ahok bicara soal kegigihan Nemo meyakinkan ikan-ikan lainnya untuk mengikutinya berenang ke bawah melawan arus agar terbebas dari jaring.
"Saya jelaskan ke anak-anak itu, kadang-kadang memang ada sekelompok orang di negeri ini memang salah arah dengan korupsi merajalela, anggaran dimainkan. Mau nggak mau saya mesti teriak dong, arahnya salah. Kalau arahnya ke sana terus, rakyat nggak ada pembangunan," tutur Ahok, Selasa (25/4). (nth/fdn)












































Tim pengacara Ahok termasuk Fifi Lety Indra (putih) memberikan keterangan pers, Rabu (26/4/2017). Foto: Nathania Riris Michico-detikcom