Cekcok Diduga Urusan Tanah, Olo Tewas Dibacok Saudaranya

Cekcok Diduga Urusan Tanah, Olo Tewas Dibacok Saudaranya

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 25 Apr 2017 21:24 WIB
Cekcok Diduga Urusan Tanah, Olo Tewas Dibacok Saudaranya
Foto: Ari Saputra/detikcom
Banda Aceh - Seorang warga Kute Tengah, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, Aceh, tewas dibacok. Korban dan pelaku yang masih punya hubungan saudara itu awalnya terlibat cekcok mulut hingga terjadi duel dan berakhir dengan pembacokan.

Korban bernama Olo Sinaga (38). Saat kejadian, Olo hendak kembali ke kebunnya untuk menjemput istri setelah membawa turun hasil panen cokelat. Dalam perjalanan, dia bertemu dengan pelaku Deni Matondang.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Edi Bastari mengatakan, saat keduanya bertemu, korban menghadang pelaku dengan sepeda motor. Mereka terlibat adu mulut hingga perkelahian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut pengakuan tersangka, korban terlebih dahulu memukul pelipis kiri tersangka sehingga terjadi perkelahian," kata Edi saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (25/4/2017).

Mendapat perlakuan tidak menyenangkan, pelaku mengeluarkan parang yang dibawanya dan langsung diarahkan ke korban. Deni membacok korban empat kali sehingga mengakibatkan luka pada leher, lengan, dan punggung.

Perkelahian itu terjadi pada Senin (24/4) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. Korban ditemukan tewas oleh warga yang melintas di lokasi. Sedangkan pelaku melarikan diri seusai kejadian.

Setelah mendapat informasi, polisi pun bergerak. Penggeledahan rumah terduga pelaku dilakukan. Di sana, aparat penegak hukum menemukan celana pendek dan kaus berlumuran darah yang diduga digunakan pelaku saat kejadian.

"Kita juga memburu pelaku hingga ke Tanah Karo, Sumatera Utara. Di sana kita minta keluarga agar meminta pelaku menyerahkan diri," jelas mantan Kapolres Simeulue ini.

Tadi pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, pelaku Deni Matondang mendatangi Mapolres Aceh Tenggara untuk menyerahkan diri. Dia diantar keluarganya dan diterima oleh Kapolres.

Menurut Edi, penganiayaan ini diduga akibat masalah keluarga. Antara korban dan pelaku, yang tinggal berjarak tiga rumah, sudah dendam sejak lama.

"Mereka sebelumnya sudah ribut-ribut. Permasalahan keluarga, masalah tanah," kata Edi.

"Saat ini pelaku sudah kita amankan di ruang tahanan Polres Aceh Tenggara. Pelaku juga sudah diperiksa kesehatannya dan dinyatakan sehat," ujar Edi. (fdn/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads