Wakapolri: Kasus Teror Novel Seperti Cuaca, Bisa Cepat Bisa Tidak

Wakapolri: Kasus Teror Novel Seperti Cuaca, Bisa Cepat Bisa Tidak

Hary Lukita Wardani - detikNews
Selasa, 25 Apr 2017 19:16 WIB
Wakapolri: Kasus Teror Novel Seperti Cuaca, Bisa Cepat Bisa Tidak
Wakapolri Komjen Syafruddin (Amar Ola Keda/detikcom)
Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin memberikan instruksi kepada jajaran Polda Metro Jaya untuk mengungkap cepat teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Masih dalam penyidikan," ujar Syafruddin kepada wartawan setelah mengikuti rapat koordinasi di Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pengusutan kasus ini, menurut Syafruddin, tentu membutuhkan waktu. Tim yang dibentuk mengumpulkan petunjuk ataupun bukti untuk mengungkap pelaku teror terhadap Novel.

"Ya bagaimana perkembangan investigasi saja, itu kan seperti cuaca. Bisa cepat bisa tidak," kata Syafruddin mengibaratkan.

Tenggat penyelesaian akan diusahakan secepatnya. Sejak awal Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan ditugasi menuntaskan kasus tersebut.

"Secepatnya. Dari awal saya bilang secepatnya. Kan Anda tahu hari pertama kejadian saya sudah perintahkan Kapolda Metro ungkap secepatnya," pungkas Syafruddin.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Selasa (11/4). Kejadian terjadi tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito T, Kelapa Gading, Jakut.

Akibat siraman air keras, Novel langsung mendapat perawatan hingga akhirnya diberangkatkan ke RS Singapura. Dia sudah menjalani rangkaian perawatan di Singapura sejak Rabu, 12 April 2017, dan kondisinya terus membaik. (fdn/erd)


Berita Terkait