"Kita akan melihat strukturnya. Ini penggeraknya siapa, adik-adik ini siapa penggeraknya. Adakah tokoh pemuda yang didengar dan yang ditakuti. Itulah yang kita akan cari dan akan dilakukan penegakan hukum kepada dia," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo di RM Suharti, Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur, Selasa (25/4/2017).
Andry mengatakan hingga saat ini telah memeriksa 32 orang terkait peristiwa tawuran tersebut. Menurutnya, tawuran di Jl Dewi Sartika tersebut ada keikutsertaan kelompok lain.
"Kalau sudah berbentuk kelompok, mereka mencari kawan yang segagasan yang kemudian pernah satu pertemanan. Mereka itu dipanggil, 'Eh, kita ribut lagi sama kelompok sana.' Nah, simpatisan itulah yang datang ke sini untuk meramaikan tawuran tersebut," ungkapnya.
Tadi malam, tawuran kembali pecah di Jl Dewi Sartika. Akibat tawuran antar-remaja tersebut, dua orang mengalami luka-luka. Sebelumnya, pada Senin (24/4) sore, tawuran juga terjadi di lokasi ini. Penyebab tawuran adalah petasan.
(ibh/rvk)











































