"Anggaran ini kan besar sekali. Oleh sebab itu, untuk menghindari sorotan, tujuan kita kan penghematan. Cuma kalau kita lihat, biayanya besar. Dari biaya yang besar ini, kita harap KPU harus mengantisipasi, jangan sampai pengalaman dua tahun ini kita tidak mengharap ada pilkada yang harus diulang. Jangan sampai terulang, kalau terulang, sangat mahal," kata anggota Komisi II dari PPP, Amirul Tamim.
Hal itu disampaikan dalam rapat Komisi II DPR dengan KPU, Bawaslu, dan Ombudsman di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/4/2017). Ketua KPU Arief Budiman kemudian menjelaskan bahwa angka Rp 11,3 triliun itu baru usulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdebatan soal anggaran pun akhirnya menemukan solusi. Komisi II meminta KPU mengevaluasi kembali angka tersebut karena dianggap terlalu besar.
"Komisi II meminta kepada KPU-Bawaslu melakukan evaluasi anggaran Pilkada Serentak 2018," ucap pimpinan rapat sekaligus Wakil Ketua Komisi II Fandi Utomo. (gbr/imk)











































